Kisah Zaitun, Pengusaha Rempeyek Suskes di Jambi dengan Modal Awal Rp 10 Ribu

Kisah Sukses Zaitun, Pengusaha Rempeyek Asal Jambi
Kisah Sukses Zaitun, Pengusaha Rempeyek Asal Jambi

SELOKO.ID | KOTA JAMBI – Mendirikan sebuah usaha mulai dari nol hingga sukses tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Dibutuhkan perjuangan dan semangat ekstra untuk membuat usaha yang dilakoni menjadi sukses.

Seperti yang dilakoni oleh seorang pengusaha rempeyek dan kripik tempe di Kota Jambi ini. Wanita bernama Zaitun tersebut sukses membangun bisnis UMKM rempeyek dan kripik tempe mulai dari nol, hingga dikenal.

Saat disambangi di kediamannya tepatnya di Lorong teladan, RT 31, Kelurahan Payo Lebar, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, Zaitun pun menceritakan perjuangan bisnis UMKM rempeyek dan kripik tempe nya hingga dikenal kemana-mana.

Zaitun mulai merintis usahanya ini sejak tahun 2004 lalu hingga saat ini. Wanita berusia 48 tahun itu memulai usahanya dengan modal awal sebesar Rp10 ribu.

Zaitun pun mulai mencoba membuat dan berjualan rempeyek untuk kebutuhan hidup Ia dan keluarganya. Ide membuat usaha rempeyek ini didapatkan saat ia belanja dan melihat rempeyek di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Jambi.

“Awal mulanya sih pak tahun 2004, kalau untuk rempeyek. Soalnya dari faktor ekonomi lah yang membuat saya kepingin membuat kripik seperti peyek ini pak. Kemudian saya tidak tau membuat peyek itu bagaimana, cuma karna saya tahun 2004 itu juga pernah ke Mall, dan ada orang yang membuat peyek digantung di Mall itu. Jadi saya cobalah. Waktu itu punya duit Rp10 ribu, sisa belanja. Jadi saya pasar saya beli bumbu langkok itu pak harganya masih Rp150. Terus cetakan itu ada jual di pasar harganya Rp500, teri Rp500 dan pokoknya semuanya habislah Rp10 ribu,”ujar Zaitun saat dibincangi di kediamannya.

Perjalanan usaha ibu tiga anak ini tak semulus yang dibayangkan, saat usaha rempeyeknya lancar, ia sempat menemui kendala, rempeyek dan kripik tempenya sempat tak dibayar oleh konsumen. Namun waktu itu Ia tak putus asa, dan tetap semangat melanjutkan bisnisnya.

“Dukanya sih orang bawa produk kita, ngambil satu nota masih lancar, dua nota lancar, terus ketiga dan keempat nota sudah numpuk dan akhirnya mereka (konsumen) gak bisa bayar lagi, mereka juga tidak mengambil produk kita lagi,”ujarnya.

Soal bahan baku, khusus tempe, Zaitun mengaku tidak kesulitan mendapatkannya, Karena ia telah memiliki langganan produsen tempe sendiri. “Karna kita sudah ada kerjasama dari tahun 2009 dengan pengrajin tempe,”tuturnya.

Berkah dari keuletannya dalam membangun usaha dari nol, tidak main-main, Zaitun pun mampu meraup omzet dari usahanya sebesar Rp130 hingga Rp180 juta perbulan.

“Kalau normal sih sebenarnya itu sekitar Rp170 juta bisa, Rp180 pun bisa. Tapi memang modalnya besar Karna harga bahan baku pada naik,”sebutnya.

Dimasa Pendemi ini, Zaitun mengakui usahanya sempat mengalami penurunan omset hingga 40 persen, namun itu tak berlangsung lama dan omset usahanya saat ini kembali normal, dan bahkan banjir orderan.

Salain di Provinsi Jambi, usaha yang diberi nama rempeyek dan kripik tempe Ilham ini juga telah menebus pasar antar provinsi, mulai dari Provinsi Sumatera Selatan (Palembang), Pekan Baru, Bengkulu dan Provinsi Lampung.

Kripik tempe dan rempeyek Ilham ini juga dapat dijadikan oleh oleh bagi anda yang berkunjung ke Jambi.

Usaha yang dirintis oleh Zaitun ini mampu membuka lapangan kerja bagi banyak orang, terutama bagi para ibu-ibu rumah tangga. Saat ini Zaitun memiliki belasan orang karyawan, hebatnya lagi Seluruh karyawan rempeyek dan kripik tempe Ilham ini didaftarkan di Jamsostek.

“Biar mereka kerjanya dengan kita aman dan nyaman, kita ikuti Jamsostek pak,”tutup wanita yang dikenal ramah, hangat dan bersahaja tersebut.

Sumber : halosumatera.com