Pipa Minyak PetroChina di Tanjabtim Bocor

Pipa minyak PetroChina di Kelurahan Pandan Jaya, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi mengalami kebocoran. SELOKO.ID/Istimewa.
Pipa minyak PetroChina di Kelurahan Pandan Jaya, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi mengalami kebocoran. SELOKO.ID/Istimewa.

SELOKO.ID | TANJABTIM– Pipa minyak milik PT. PetroChina Internasional Jabung Ltd di Blok E, Kelurahan Pandan Jaya, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi mengalami kebocoran, Selasa (29/06/21). Akibatnya, minyak tumpah ke saluran air.

Kebocoran pipa milik PetroChina ini diduga lantaran usia pipa yang sudah tua sehingga terjadi korosi.

Sementara itu, dari tanggal 27 Juni 2021 lalu, Dinas PUPR Tanjabtim diketahui melakukan normalisasi kanal di Blok E, kelurahan Pandan Jaya. Pekerjaan proyek ini dilakukan berkoordinasi dengan pihak Petrochina terkait jaringan perpipaan milik PetroChina.

Divisi Comdev Petrochina, Marhadi mengatakan, telah terjadi kesepakatan untuk pengerjaan normalisasi kanal yang dilewati jaringan pipa Petrochina.

Untuk di bagian bawah jembatan steging dikerjakan oleh pihak Petrochina, kemudian yang lainnya dikerjakan oleh pihak Dinas PUPR Tanjabtim. Meski demikian, pihak PU tetap meminta pendampingan PetroChina agar tidak terjadi kesalahan terkait jalur pipa.

“Ternyata dibawah jembatan ini (Blok E, red) terjadi korosi dan harus dilakukan perbaikan,”ucap Divisi Comdev Petrochina, Marhadi, Selasa (29/06/21).

Ia mengatakan, Kebocoran pipa minyak tersebut langsung mendapat penanganan oleh PetroChina.

“Ini adalah tanggung jawab Petro. Ada kegiatan maintenance Petro, sekalian masang cover agar saat ada pekerjaan tidak menimbulkan bahaya,”kata Marhadi.

“Ternyata hasil pemeriksaan ada korosi, setelah satu titik diperbaiki (Klem) tak jauh dari titik perbaikan juga terjadi kebocoran, mungkin karena terjadi gesekan oleh alat berat. Yang satunya sudah di klem dan satunya terjadi korosi,”tambah Marhadi.

Diketahui, akibat kebocoran pipa, minyak tumpah sempat menggenangi saluran air di sekitar lokasi.

“Kita belum bisa lihat tingkat kebocoran berhubung kondisi kanal (air dalam kondisi pasang). Kita menunggu air surut, akan kita lakukan penyekatan baru bisa dilakukan perbaikan. Ini bukan pembiaran, tetapi soal kondisi alam. Setelah yang satu kita klem, tadinya kita preventif ya, ternyata ada korosi dan semalam timbul lagi. Soal efek terhadap lingkungan sekitar, Kita akan lihat, kalau ada yang mati, berarti ada efek. Umpama pohon sawit ada yang mati, akan ada uji laboratorium dari divisi terkait,”Terang Marhadi.

Dijelaskannya, kebocoran pipa ini rawan terjadi, karena pipa dipasang di bawah tahun 2000.

“Panjangnya kita tidak diketahui. Tapi yang kita prioritaskan hanya daerah yang dekat air karena dianggap rawan. Jadi terkait kebocoran karena pengerjaan agak sulit, air pasang, maka agak lama. Tetapi hari ini diperkirakan kita sudah bisa menutup kebocoran. Setelah itu baru kita pasang cover. Lambatnya pekerjaan karena faktor alam, untuk klem hari ini selesai dan pemasangan cover butuh sehari juga jadi 2 hari selesai,”tandas Marhadi.

Sumber : waktoe.id