Polda Ungkap Pengoplosan Solar di Muaro Jambi

  • Share
Ditreskrimsus Polda Jambi meringkus lima pelaku yang diduga melakukan pengoplosan minyak ilegal dalam gudang yang berada di Desa Kebon IX (Sembilan), Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi. (foto: istimewa).
Ditreskrimsus Polda Jambi meringkus lima pelaku yang diduga melakukan pengoplosan minyak ilegal dalam gudang yang berada di Desa Kebon IX (Sembilan), Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi. (foto: istimewa).

SELOKO.ID | JAMBI– Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi mengungkap kasus pengoplosan minyak diduga ilegal dalam gudang yang berlokasi di Desa Kebon IX (Sembilan), Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi pada Selasa (19/10/21).

Wakil Direktur Reskrimsus Polda Jambi, AKBP Moh Santoso menyebutkan, pihaknya menemukan gudang penyimpanan Bahan Bakar Minyak (BBM) diduga ilegal milik AS sedang melakukan kegiatan pengisian minyak jenis solar olahan, dari penyimpanan ke dalam mobil tangki Mitsubishi Canter HDL warna biru putih dengan nomor polisi BH 8756 EU.

Pihak kepolisian juga berhasil mengamankan lima pelaku yang melakukan aktivitas ilegal drilling yakni berinisial ZP (43) warga Kota Jambi, MR (38) warga Kota Jambi, IF (25) warga Kota Jambi, OJP (32) warga Kota Jambi dan RR (50) warga Kabupaten Sarolangun.

“Kita amankan lima pelaku sedang melakukan pengoplosan minyak ilegal, 4 pelaku merupakan pekerja gudang dan 1 supir mobil tangki minyak. Diketahui para pelaku sudah bekerja selama kurang lebih 6 bulan,” ujar Wakil Direktur Reskrimsus Polda Jambi, AKBP Moh Santoso saat menggelar konferensi pers di Mapolda Jambi, Rabu (20/10/21).

Adapun barang bukti yang turut diamankan yakni mobil tangki Mitsubishi Canter HDL warna biru putih dengan nomor polisi BH 8756 EU dan solar olahan sebanyak 9 ton atau 9.000 liter.

Santoso menyatakan, untuk modusnya para pelaku mengisi BBM olahan ke dalam mobil tangki transportir yang seharusnya berisi minyak industri.

“BBM olahan ini diduga berasal dari aktivitas ilegal drilling di Jambi dan dipasarkan ke perusahaan. Untuk saat ini masih dalam penyelidikan apakah minyak ini juga diedarkan ke SPBU atau tidak,”terangnya.

Santoso menegaskan, pasal yang disangkakan untuk lima pelaku yakni pasal 54 undang-undang nomor 22 tahun 2001 tentang migas jo pasal 56 kuhpidana dengan ancaman 6 tahun penjara.

(Red)

  • Share