Indahnya Batik Harimau Kerinci Karya Warga Binaan Lapas Perempuan Jambi, Tembus Pasar Nasional

(foto:ist)
(foto:ist)

SELOKO.ID, Muaro Jambi- Di balik jeruji Lapas Perempuan Kelas II B Jambi yang berlokasi di Desa Bukit Baling, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, jemari para warga binaan tampak begitu telaten dan ulet menggoreskan malam di atas kain.

Dari ketekunan tersebut, lahirlah karya seni bernilai tinggi, Batik Kejora.

Salah satu motif yang paling menyita perhatian dan menjadi primadona konsumen adalah batik motif Harimau Kerinci. Motif ini tergolong langka dan diproduksi secara terbatas (limited edition).

Penggambaran harimau Kerinci pada kain batik tersebut membawa filosofi mendalam, melambangkan keanggunan sekaligus ketangguhan fauna khas yang menjadi bagian integral dari habitat Harimau Sumatera.

Karena karakter visualnya yang tegas dan sarat makna, batik tulis motif harimau Kerinci ini menjadi sangat populer dan banyak digandrungi oleh kaum pria.

Untuk menghasilkan satu helai batik tulis motif harimau Kerinci, dibutuhkan ketelitian ekstra. Karena detailnya yang rumit, proses pengerjaannya bisa memakan waktu hingga 4 hari.

Hal ini berbeda dengan batik motif cap yang pengerjaannya relatif lebih cepat, yakni sekitar dua hari.

Meski batik cap kini banyak diminati pasar karena harganya yang lebih ekonomis dan terjangkau, batik tulis seperti motif harimau Kerinci tetap memiliki tempat tersendiri bagi para pencinta kain tradisional.

Saat ini, merek Batik Kejora telah memproduksi berbagai macam motif. Dari sekian banyak kreasi, sebanyak 7 motif telah resmi terdaftar dalam Hak Kekayaan Intelektual (HKI), termasuk di antaranya motif Harimau Kerinci dan motif Cahaya Resam.

Kualitas Batik Kejora karya warga binaan ini tidak lagi ragukan. Pemasarannya telah menembus pasar nasional, menjangkau peminat mulai dari wilayah Jambi, DKI Jakarta, hingga ke Aceh.

Kepala Lapas Perempuan Kelas II B Jambi, Meita Eriza menyampaikan, bahwa program produksi batik di lembaga pemasyarakatan ini telah dirintis sejak tahun 2019 dan terus berkembang hingga sekarang.

Dalam menjaga stabilitas dan kualitas produksi, kerajinan Batik Kejora berkolaborasi dengan PT Pertamina. Melalui kerja sama ini, Pertamina menyediakan berbagai sarana dan prasarana penunjang, sehingga karya batik yang dihasilkan terus meningkat dari segi kualitas, dan memberikan manfaat nyata bagi pembekalan keterampilan warga binaan.

Tak hanya unggul di bidang seni membatik, Lapas Perempuan Kelas II B Jambi juga aktif membekali warga binaannya dengan keterampilan tata boga.

Berbagai produk kuliner olahan warga binaan telah dipasarkan secara luas, mulai dari makanan berat seperti ayam geprek, mie celor, soto, pempek, hingga tumpeng dan jajanan tradisional.

Selain itu, olahan kue basah seperti brownies, Japanese cheesecake, bolu pandan, hingga hidangan yang saat ini tengah populer, bolu ketan hitam turut menjadi produk unggulan yang diminati masyarakat luas.

Melalui pembekalan seni batik dan keterampilan kuliner ini, para warga binaan diharapkan tidak hanya produktif selama menjalani masa pembinan, tetapi juga memiliki modal kemandirian ekonomi saat kembali ke tengah masyarakat nantinya. (eco)