SELOKO.ID, Muaro Jambi- Pemanfaatan lahan secara optimal terus ditunjukkan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIB Jambi.
Lahan kosong yang sebelumnya tak terpakai di antara bangunan dan tembok pembatas lapas, kini disulap menjadi area peternakan ayam petelur dan ayam kampung pedaging yang produktif.
Terletak di Desa Bukit Baling, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, program budi daya ternak ini dikelola langsung oleh para warga binaan sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian.
Saat ini, terdapat sebanyak 96 ekor ayam petelur serta puluhan ekor ayam kampung pedaging yang dibudidayakan.
Meski peternakan ini masih dalam tahap pertumbuhan awal, hasil yang diperoleh sudah menunjukkan potensi positif.
Setiap harinya, area peternakan tersebut mampu menghasilkan sekitar 33 hingga 40 butir telur segar.

Hasil panen berupa telur dan daging ayam tersebut tidak hanya ditujukan untuk dipasarkan ke luar, tetapi juga dimanfaatkan secara internal untuk memenuhi kebutuhan pangan nutrisi para warga binaan di dalam lapas.

Melalui program ini, para warga binaan dibekali berbagai keterampilan teknis, mulai dari perawatan harian ayam, menjaga kebersihan dan sanitasi kandang, hingga memahami dasar-dasar pengelolaan usaha peternakan secara mandiri.
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi, Meita Eriza menjelaskan, bahwa pemanfaatan lahan kosong ini merupakan langkah nyata untuk mendukung ketahanan pangan, sekaligus memberikan pembinaan yang substantif bagi warga binaan.
“Peternakan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Tidak hanya membekali dengan keterampilan, tetapi juga memberikan manfaat nyata dalam mendukung ketahanan pangan,” ujar Kalapas Perempuan Jambi, Meita Eriza pada Jumat (16/10/2026).
Ia menambahkan, pihak lapas berkomitmen untuk terus mengoptimalkan setiap potensi ruang dan sumber daya yang ada di lingkungan lapas, demi menciptakan program pembinaan yang berkualitas.
Dengan pembekalan keterampilan beternak ayam ini, pihak lapas berharap para warga binaan memiliki modal keahlian, serta jiwa kewirausahaan yang siap diterapkan saat kembali ke tengah masyarakat kelak.
“Dengan adanya bekal keterampilan beternak ayam ini, kami berharap para warga binaan dapat menerapkannya secara mandiri di masyarakat setelah selesai menjalani masa hukuman nanti,” tutur Meita. (eco)
