Inovasi Siswi SMP Ash-Shiddiqii Batang Hari, Sulap Lidah Buaya Jadi Penolak Nyamuk Nano Spray Alami

(foto:ist)
(foto:ist)

SELOKO.ID, Jambi- Prestasi membanggakan kembali datang dari dunia pendidikan tingkat menengah pertama di Kabupaten Batang Hari, Jambi.

Dua siswi kreatif asal SMPIT Ash-Shiddiqii Batang Hari, yaitu Ratu Aqifah Naylla bersama rekannya Assyifa yang duduk di bangku kelas delapan, sukses merancang sebuah proposal penelitian inovatif untuk ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) tahun 2026.

Mengusung judul ‘Potensi Lidah Buaya Sebagai Repelan Alami Dengan Menggunakan Nano Spray’ di bawah kelompok penelitian Aloe Innovators, riset di bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) ini menawarkan solusi cerdas penangkal serangga atau nyamuk, yang ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan kulit.

Mengangkat Potensi Lokal Menjadi Produk Modern

Dalam latar belakang penelitiannya, Ratu dan Assyifa menjelaskan, bahwa lidah buaya (Aloe vera) yang kaya akan senyawa aktif seperti antrakuinon, flavonoid, polifenol, serta kandungan gel berair, memiliki kemampuan retensi air yang sangat baik serta efek menyejukkan (cooling effect).

Melalui inovasi ini, ekstrak senyawa tanin dari lidah buaya dipisahkan menggunakan pelarut etanol 96% dan dikombinasikan dengan teknologi Nano Spray.

Penggunaan teknologi nano ini memungkinkan partikel zat aktif terdistribusi lebih homogen dan memiliki daya penetrasi tinggi ke dalam pori-pori kulit, sehingga perlindungan repelan dapat bertahan lebih kuat dan merata, tanpa kandungan bahan pengawet kimia berbahaya layaknya produk sintetis pasaran.

Harapan Besar Orang Tua

Inovasi luar biasa yang digagas oleh para peneliti cilik ini mendapatkan apresiasi serta dukungan penuh dari pihak keluarga. Yesi Khoviriza, selaku wali murid, menyampaikan rasa bangga serta harapan mendalam atas keikutsertaan sang anak dalam ajang bergengsi nasional ini.

“Harapan kami selaku wali murid, bawasannya ananda kita bisa bersaing di tingkat nasional, dapat meraih juara, dan membawa nama baik sekolah. Kami juga memohon doa dari semua pihak, karena inovasi penolak nyamuk alami ini sangat potensial, dan diharapkan nantinya dapat dikembangkan serta diaplikasikan oleh sekolah-sekolah lainnya,” ungkapYesi Khoviriza penuh optimisme.

Tahapan Penelitian dan Rencana Anggaran

Penelitian yang dibimbing dalam koridor ilmiah kuantitatif eksperimental ini, dirancang secara sistematis dari bulan Mei hingga Agustus 2026.

Mulai dari tahap persiapan dan studi pustaka, ekstraksi senyawa tanin, formulasi sediaan nano spray dengan tiga variasi konsentrasi (5%, 10%, dan 15%), hingga uji efektivitas repelan langsung terhadap nyamuk uji di laboratorium.

Dengan total estimasi anggaran biaya penelitian sebesar Rp1.150.000 yang mencakup bahan kimia, peralatan nano spray, hingga pengadaan hewan uji, riset ini membuktikan bahwa kreativitas tingkat pelajar mampu melahirkan solusi teknologi tepat guna yang bernilai ilmiah tinggi.

Mari kita dukung bersama langkah Ratu Aqifah Naylla dan Assyifa dari SMPIT Ash-Shiddiqii Batang Hari, agar sukses melaju ke kancah nasional dan mengharumkan nama Provinsi Jambi. (eco)