Terungkap! Demo Siswa SMAN 4 Tanjabtim Terjadi Setelah Konflik 2 Guru dan Kepsek Pecah

Siswa SMA Negeri 4 Tanjung Jabung Timur Demo Kepala Sekolah.
Siswa SMA Negeri 4 Tanjung Jabung Timur Demo Kepala Sekolah.

SELOKO.ID, Tanjung Jabung Timur- Ratusan siswa SMA Negeri 4 Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi menggelar aksi demonstrasi di halaman sekolah mereka, Rabu 15 Oktober 2025.

Sambil membawa spanduk, para siswa menyuarakan tuntutan dan aspirasinya kepada kepala sekolah, Novita Diana.

Demo ratusan siswa SMA Negeri 4 Tanjung Jabung Timur ini juga diikuti oleh guru seni budaya, Erwin Hasibuan dan guru pendidikan jasmani, Joko.

Demonstrasi kali ini merupakan aksi lanjutan dari aksi demo sebelumnya, yang digelar pada Senin 13 Oktober 2025.

Menurut salah satu siswa, aksi demonstrasi tersebut merupakan buntut dari kebijakan sekolah terkait ruangan OSIS yang dijadikan kantin.

“Kita menuntut supaya ruang OSIS itu dikembalikan seperti semula pak, sekarang kan di jadikan kantin pak,”ujar Dimas Raditya, salah seorang Siswa SMA Negeri 4 Tanjung Jabung Timur, Rabu 15 Oktober 2025.

Selain itu, siswa juga meminta agar pihak sekolah menyelesaikan pembangunan lapangan bola basket.

Menurut siswa, selama ini pihak sekolah kurang mensupport kegiatan ekstrakurikuler seperti seni dan olahraga.

“Ada banyak pak, seperti tari, drumband, band dan futsal,”ungkap Dimas Raditya.

Dalam aksi demonstrasi ini sempat terjadi ketegangan antara salah seorang guru wanita dangan siswa peserta aksi.

Ketegangan ini membuat guru seni budaya, Erwin Hasibuan yang mensupport aksi demonstrasi siswa tersebut turut buka suara.

“Ingat, menyatakan pendapat dimuka umum dilindungi undang-undang. Anak-anak ini ingin menuntut keadilan tapi dilarang,”kata Erwin Hasibuan.

Erwin menyebut, bahwa dia merupakan guru yang paling menderita di SMA Negeri 4 Tanjung Jabung Timur.

“Kenapa saya baru speak up, karena saya selama ini masih honor, kapan saja saya bisa ditendang. Karena saya sudah PPPK, saya punya NIP, mohon maaf dengan sangat, bukan saya tidak tau berterima kasih, tapi saya tidak bisa menutup mata, tidak bisa lagi sanggup menutup telinga untuk melihat ketidak adilan anak-anak peserta didik saya, “tuturnya.

Menanggapi hal ini, Kepala SMA Negeri 4 Tanjung Jabung Timur, Novita Diana turut angkat bicara.

Novita menjelaskan, persoalan demo siswa ini muncul setelah ia melakukan pembinaan terhadap dua orang guru, yakni guru seni budaya, Erwin Hasibuan dan guru pendidikan jasmani, Joko.

“Yang menurut saya tidak sesuai dia selaku guru ya, yang pertama membuat komen di FB yang membawa nama SMA, bilang kepsek dan bendahara yang hanya tau soal dana BOS, padahal kami setiap tahun kalau membuat RKAS itu kami ada rapat dengan guru-guru, mungkin entah salah kami dimana dia komen seperti itu, kami panggil pak Erwin Hasibuan yang komen itu,”kata Novita Diana.

“Yang kedua pak Joko, saya panggil juga, karena dalam pramuka kemarin ada putus air, air itu tidak ngalir, anak mandi kemana-mana, katanya tidak ada perhatian dari pihak sekolah,”tambahnya.

Sementara itu, menurut sumber terpercaya dari internal SMA Negeri 4 Tanjung Jabung Timur menyebutkan, sebelum demo siswa pada Senin 13 Oktober 2025, dihari yang sama sempat ada pertemuan antara kepala sekolah Novita Diana dengan dua guru yang dimaksud, yakni Erwin Hasibuan dan Joko.

Dalam pertemuan tersebut juga turut diikuti oleh para wakil kepala sekolah. Pertemuan tersebut membahas masalah tentang postingan guru Erwin Hasibuan di Facebook yang mencatut nama sekolah, serta persoalan guru Joko.

“Pertemuan untuk melakukan mediasi pak, memediasi pak Erwin Hasibuan terkait masalah komen di Facebook yang mencatut nama SMA, sekalian pak Joko, dalam ruangan itu ada 6 orang,”jelas sumber saat dijumpai wartawan pada Kamis 16 Oktober 2025.

Sumber menerangkan, awalnya mediasi berlangsung kondusif, namun diakhir pertemuan justru terjadi sebaliknya.

“Disaat ibu Novi memberikan penjelasan awalnya kondusif, namun diakhir itu ada kata-kata dari Ibu, mungkin kata-kata itu persepsinya berbeda. Di satu sisi mungkin menurut ibu itu hal biasa, namun persepsi yang menerimanya berbeda,”terang sumber

Sumber berujar, dalam pertemuan ini sempat terjadi emosi dan saling tunjuk antara kepala sekolah dengan kedua guru tersebut.

Saat itu, salah satu dari dua guru yang dimaksud keluar ruangan, dan tampa di sangka para siswa tiba-tiba telah berkumpul hingga terjadilah aksi demo siswa yang kini video viral di media sosial.

“Saling tegak, saling tunjuk.
Satunya keluar, dan terlihat anak sudah berkumpul, setelah itu terjadi seperti di video yang viral saat ini,”tutup sumber. (Red)