Tumpahan Solar Picu Kebakaran Hebat di Paal Merah, Damkar Gunakan Cairan Khusus untuk Pemadaman  ​

(foto:ist)
(foto:ist)

SELOKO.ID, Kota Jambi- Keadaan di Jalan Lingkar Selatan, Kelurahan Paal Merah, Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi seketika mencekam pada Sabtu 20 Desember 2025 siang.

Tumpahan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar memicu kebakaran hebat yang membakar area sekitar dan mengancam pemukiman warga.

​Kepulan asap tampak membumbung tinggi menyelimuti langit Paal Merah sejak pukul 11.42 WIB.

Insiden kebakaran ini sempat memicu kepanikan warga sekitar, mengingat kondisi bahan bakar yang mudah menjalar.

​Begitu menerima laporan darurat dari warga, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi bergerak cepat menuju lokasi kejadian dengan kekuatan penuh.

(foto:ist)
(foto:ist)

40 personel gabungan dari Mako Utama Damkartan, Posyankar Paal Merah, Kota Baru, hingga Posyankar Jambi Timur diterjunkan ke lokasi kejadian.

​”Untuk armada yang digunakan sebanyak 6 armada tempur dan 2 armada suplai dengan APD lengkap,” kata Sekdis Damkartan Kota Jambi, Kiki.

​Untuk memadamkan kobaran api yang bersumber dari BBM jenis solar membutuhkan penanganan khusus.

Petugas Damkar tidak bisa hanya mengandalkan air biasa, karena justru berisiko memperluas kobaran api.

​Dalam operasi pemadam ini, petugas Damkar menerapkan teknik khusus dengan mencampurkan ​17.500 liter air dengan 30 liter cairan khusus (Liquid Foam Bindoil).

​Penggunaan teknis ini bertujuan untuk memutus rantai oksigen pada api yang membakar solar, sekaligus melakukan pendinginan intensif di sekitar area terdampak, agar api tidak menjalar ke rumah warga.

​Setelah berjibaku menjinakkan kobaran api selama lebih kurang dua jam, petugas Damkar akhirnya berhasil memadamkan api.

Pada pukul 13.05 WIB, api dinyatakan padam secara total dan situasi dinyatakan aman terkendali.

​Hingga berita ini publish, belum diketahui secara pasti dari mana asal tumpahan solar tersebut.

Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan mendalam. (Red)