SELOKO.ID, Jambi- Menanggapi kabar mengenai dugaan pungutan uang komite, pihak SMA Negeri 4 Tanjung Jabung Timur, Jambi akhirnya memberikan klarifikasi.
Pihak sekolah menegaskan, bahwa segala bentuk pendanaan yang dihimpun dari wali murid telah melalui kesepakatan bersama dan transparan.
Kepala SMA Negeri 4 Tanjung Jabung Timur, Novita Diana menyatakan, bahwa dana yang dikumpulkan bukanlah pungutan paksa atau ‘pungli’, melainkan sumbangan sukarela yang disepakati melalui forum rapat komite sekolah.
”Semua diputuskan berdasarkan hasil musyawarah mufakat antara pengurus komite dan orang tua wali murid. Sudah dirapatkan dengan orang tua murid terlebih dahulu,” ujar Kepala SMA Negeri 4 Tanjung Jabung Timur, Novita Diana kepada wartawan, Senin 22 Desember 2025.
Novita menjelaskan, bagi keluarga yang tergolong kurang mampu, pihak sekolah memberikan keringanan hingga pembebasan biaya sumbangan komite.
“Bagi siswa kurang mampu dibebaskan dari sumbangan komite,”tegasnya.
Ia menjelaskan, bahwa dana komite tersebut dialokasikan untuk menutupi kekurangan biaya operasional sekolah yang tidak tercover sepenuhnya oleh Bantuan Operasional Sekolah atau BOS.
Diantaranya untuk membayar honorarium tenaga pendidik non-ASN atau honorer yang waktu itu belum diangkat menjadi PPPK, serta mendukung kegiatan ekstrakurikuler siswa, seperti perlombaan dan pengembangan minat bakat siswa.
“Dulukan guru kita banyak yang honor, untuk sementara mereka belum bisa masuk ke BOS karena persyaratan yang ada. Sudah dirapatkan dengan Ketua Komite yang lama, beliau (Ketua Komite,red) sekarang udah meninggal. Jadi disepakatilah waktu itu Rp 42 ribu perbulan,”ujar Kepala Sekolah.
Kepala SMA Negeri 4 Tanjung Jabung Timur, Novita Diana menegaskan, bahwa seluruh dana komite tidak dipegang atau dikelola langsung oleh Kepala Sekolah. Kebijakan ini diambil untuk memastikan dana digunakan sesuai peruntukannya.
Sesuai dengan regulasi yang berlaku, pengelolaan dana yang bersumber dari sumbangan masyarakat atau wali murid, sepenuhnya berada di bawah kendali pengurus komite sekolah.
“Uang komite itu tidak dipegang kepala sekolah, itu ada bendaharanya. Satu rupiah pun saya tidak memegang uang komite itu,”tegasnya.
Rapat RKAS Bersama Komite Sekolah
Sebagai upaya mewujudkan tata kelola keuangan sekolah yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan, SMA Negeri 4 Tanjung Jabung Timur telah menggelar rapat penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah atau RKAS dengan Ketua Komite Sekolah yang baru, untuk tahun ajaran mendatang.
Rapat ini dihadiri oleh Kepala Sekolah, para guru, bendahara, serta perwakilan komite sekolah.
Rapat ini menjadi penting karena menentukan arah pembelajaran dan kebijakan pembangunan bagi seluruh siswa di SMA Negeri 4 Tanjung Jabung Timur.
“Kami sudah menggelar rapat penyusunan RKAS. Dalam rapat itu kami juga mengajak ketua komite yang baru. Hasil rapat kami mau diserahkan juga nanti ke orang tua. Rapat bersama wali murid akan digelar pada awal bulan Januari 2026,”jelas Kepsek.
Berharap Dukungan Komite Sekolah
SMA Negeri 4 Tanjung Jabung Timur menyatakan tidak mampu menyanggupi seluruh rencana kegiatan ekstrakurikuler melalui dana BOS pada tahun anggaran mendatang.
Keterbatasan pagu anggaran dan juknis menjadi alasan utama sekolah harus memprioritaskan operasional wajib serta kegiatan akademik utama.
Menyikapi kondisi ini, pihak sekolah akan meminta dukungan dari komite sekolah. Sesuai dengan Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016, komite sekolah diharapkan bisa membantu penggalangan dana dalam bentuk sumbangan sukarela, guna menutupi kekurangan biaya yang tidak ditanggung oleh dana BOS.
“Kalau semua kegiatan ekstrakulikuler mau diikutkan, kami minta bantuan dari komite sekolah. Nanti diawal Januari kami mau mengundang wali murid untuk merapatkan hal ini,”tandas Kepala SMA Negeri 4 Tanjung Jabung Timur, Novita Diana mengakhiri keterangannya. (Red)
