Kerbau di Batang Hari Mati Mendadak, Diduga Terkena Penyakit Ngorok

(foto:ist)
(foto:ist)

SELOKO.ID, Batang Hari- Kesedihan tengah menyelimuti para peternak di Desa Pasar Terusan, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi.

Betapa tidak, dalam satu bulan terakhir, puluhan ekor kerbau milik warga ditemukan mati mendadak yang diduga kuat akibat serangan penyakit ngorok atau Septicaemia Epizootica.

​Tidak hanya mengancam populasi ternak, wabah ini juga memukul kondisi ekonomi warga. Kerugian yang dialami peternak ditaksir mencapai ratusan juta rupiah, akibat kematian hewan ternak yang terjadi secara beruntun.

​Pantauan di lapangan, sejumlah bangkai kerbau ditemukan terkapar di area persawahan dalam kondisi tubuh yang sudah membengkak.

Fenomena ini membuat para peternak panik. Sebagai langkah antisipasi agar tidak rugi total, sebagian peternak terpaksa menjual ternak mereka yang masih sehat dengan harga di bawah pasaran.

​Faisal, salah seorang peternak setempat, mengungkapkan bahwa wabah ini awalnya terlihat menyerang ternak sapi. Namun, hanya dalam hitungan hari, penyakit tersebut menyebar dan mulai menyerang populasi kerbau.

​Awalnya ternak tampak lemah, nafsu makan hilang drastis, dan mulutnya terus mengeluarkan air liur. Tidak lama setelah gejala itu muncul, ternak langsung mati.

“Peternak mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah,” kata Faisal.

​Mirisnya, serangan wabah ini terjadi meski Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Batang Hari sempat melakukan penyuntikan vaksin pada Oktober 2025 lalu.

Langkah tersebut awalnya diharapkan dapat menjaga hewan ternak dari serangan virus dan bakteri berbahaya.

​Namun, hingga kini, jenis pasti virus atau penyebab utama kematian massal ini belum bisa dikonfirmasi secara resmi oleh pihak dinas terkait.

Hal ini menambah kekhawatiran warga bahwa vaksin yang diberikan sebelumnya mungkin tidak spesifik terhadap jenis penyakit yang tengah mewabah saat ini.

​Kini, para peternak di Desa Pasar Terusan hanya bisa pasrah sembari berharap ada tindakan nyata dari pemerintah daerah.

Mereka mendesak Dinas terkait untuk segera turun ke lokasi guna melakukan uji laboratorium dan memberikan pengobatan medis yang tepat.

​”Kami berharap pemerintah turun tangan memberikan solusi,”jelas Faisal.

​Penanganan cepat sangat dibutuhkan untuk memutus mata rantai penyebaran penyakit, agar kerugian yang dialami peternak di wilayah Kabupaten Batang Hari tidak semakin meluas. (Red)