KONI Jambi Ketatkan Seleksi Tahap III PON Bela Diri, Targetkan Medali di Sulawesi Utara

(foto:ist)
(foto:ist)

SELOKO.ID, Jambi- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi kembali menggelar seleksi tahap III bagi atlet yang dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri di Sulawesi Utara.

Seleksi ketat ini menjadi langkah strategis untuk memastikan hanya atlet terbaik yang memperkuat kontingen daerah.

Ketua Umum KONI Provinsi Jambi, AKBP Sanusi mengungkapkan, bahwa proses penjaringan dilakukan secara bertahap guna menyaring atlet yang benar-benar siap berlaga di tingkat nasional.

Seleksi awal dimulai dengan partisipasi sekitar 200 hingga 250 atlet pada tahap pertama, yang kemudian menyusut menjadi 125 atlet pada tahap kedua, hingga kini menyisakan 41 atlet terbaik pada tahap ketiga.

“Kami ingin memastikan atlet yang berangkat ke PON Bela Diri adalah mereka yang benar-benar lolos seleksi dan siap bertanding. Tidak ada lagi atlet yang tidak mengikuti proses seleksi tetapi tetap diberangkatkan,” kata Sanusi, Jum’at 24 Juli 2026.

Pada ajang PON Bela Diri mendatang, Provinsi Jambi akan diwakili oleh enam cabang olahraga. Mengacu pada pencapaian sebelumnya pada PON Bela Diri di Kudus tahun 2025 yang sukses mendulang satu medali emas, delapan perak, dan sepuluh perunggu, KONI Jambi memutuskan untuk menaikkan standar kelulusan seleksi dari 60 persen menjadi 70 persen.

“Kami berharap melalui seleksi yang lebih ketat ini, minimal setiap cabang olahraga mampu mempersembahkan satu medali perak. Bahkan ada cabang olahraga yang berpeluang menyumbangkan medali emas bagi Provinsi Jambi,” terangnya.

Setelah merampungkan seleksi tahap III, para atlet yang dinyatakan lolos dijadwalkan langsung mengikuti Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) di bawah pembinaan intensif KONI Provinsi Jambi.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum KONI Provinsi Jambi, Prof. Sukendro memaparkan bahwa seleksi tahap III ini difokuskan secara mendalam pada pengujian kondisi fisik.

Sebanyak 41 atlet diuji melalui delapan item tes fisik, meliputi multi-stage fitness test, standing broad jump, sprint, push-up, sit-up, sit and reach, serta medicine ball throw.

Prof. Sukendro menambahkan, rangkaian penyeleksian belum berhenti di sini. Masih ada satu tahapan akhir yang mencakup tes fisik lanjutan, pemeriksaan kesehatan menyeluruh, hingga tes psikologi.

“Pada tahap IV nanti atlet akan menjalani pemeriksaan kesehatan lengkap, mulai dari EKG hingga pemeriksaan kepala. Karena ini olahraga bela diri, kami tidak ingin mengambil risiko mengirim atlet yang belum memenuhi standar kesehatan maupun kondisi fisik,” terangnya.

Peningkatan standar kemampuan fisik ke angka 70 persen diterapkan agar atlet tidak sekadar siap bertanding, melainkan memiliki probabilitas kemenangan yang lebih tinggi.

“Kalau kemampuan fisik masih 60 persen, kategorinya baru sedang. Di angka 70 persen atlet sudah siap bertanding, sedangkan 80 hingga 90 persen berarti sudah siap untuk menang,” tuturnya.

Berdasarkan hasil evaluasi sementara, ditemukan adanya penurunan kondisi fisik pada sebagian atlet pasca-masa Ramadan dan Idulfitri.

Kendati demikian, beberapa cabang olahraga justru menunjukkan lonjakan performa berkat kedisiplinan dalam menjalankan program latihan secara konsisten.

“Dari hasil tes ini terlihat cabang olahraga mana yang benar-benar disiplin menjalankan latihan. Secara umum, kesiapan atlet Jambi terus meningkat dan kami optimistis mampu membentuk tim yang berkualitas untuk menghadapi PON Bela Diri di Sulawesi Utara,” tandasnya. (eco)