SELOKO.ID, Jambi- Suasana hangat dan penuh keceriaan mendadak mewarnai halaman Asrama Polisi Polda Jambi pada Kamis 30 Juli 2026.
Di tengah sisa-sisa duka akibat musibah kebakaran yang melanda kawasan tersebut, puluhan anak-anak dan warga tampak berkumpul, mencoba mengurai trauma yang menyelimuti mereka.
Langkah cepat diambil oleh Kepolisian Daerah Jambi. Melalui Biro Sumber Daya Manusia (SDM), institusi ini menggelar kegiatan Support Psikologi (Support-Psi) dan pendampingan khusus bagi warga, serta anak-anak anggota Polri yang terdampak musibah kebakaran.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata kepedulian institusi Korps Bhayangkara agar para korban, terutama anak-anak, tetap kuat dan mampu bangkit pasca-musibah yang menimpa tempat tinggal mereka.
Dipimpin langsung oleh Karo SDM Polda Jambi, Kombes Pol. Ricko Abdullah, tim dari Bagian Psikologi Ro SDM Polda Jambi berbaur bersama para korban.

Sebanyak 25 peserta yang terdiri dari warga dan anak-anak korban kebakaran mengikuti rangkaian pendampingan psikologis.
Menariknya, trauma healing ini dikemas secara humanis, interaktif dan penuh dengan aktivitas edukatif yang menghibur.
Melalui pendekatan emosional dan pemberian motivasi, tim psikologi berupaya keras membantu para peserta mengurangi dampak trauma (trauma healing) akibat kepanikan saat kebakaran terjadi.

Karo SDM Polda Jambi, Kombes Pol. Ricko Abdullah menegaskan, bahwa pemulihan kondisi mental merupakan langkah penting yang harus segera dilakukan pasca bencana.
“Support psikologi ini kami berikan sebagai bentuk kepedulian kepada warga dan anak-anak anggota Polri yang terdampak kebakaran. Harapannya, mereka dapat memperoleh semangat baru, mengurangi beban psikologis, dan kembali menjalani aktivitas dengan lebih optimis,” ujar Kombes Pol. Ricko Abdullah di lokasi kegiatan.
Senada dengan hal tersebut, Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno Halomoan Siregar, melalui Kabid Humas Kombes Pol. Erlan Munaji menyampaikan, bahwa penanganan korban tidak hanya berfokus pada bantuan materiil.
“Polda Jambi berkomitmen memberikan pendampingan secara menyeluruh. Kami tidak hanya memberikan perhatian pada pemenuhan kebutuhan fisik para korban, tetapi juga memastikan kondisi psikologis mereka tetap terjaga,” tutur Kombes Pol. Erlan Munaji.
Ia menambahkan, kehadiran Polri di tengah-tengah korban diharapkan mampu menjadi fondasi kekuatan bagi keluarga besar Polda Jambi untuk melewati masa-masa sulit.
“Pendampingan seperti ini merupakan wujud nyata kepedulian dan kebersamaan keluarga besar Polri, agar para korban dapat bangkit dan melewati masa sulit dengan semangat serta harapan baru,” pungkasnya. (eco)
