Setahun Beroperasi, SPPG Pasir Putih 1 Jambi Perkuat Komitmen Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis

(foto:ist)
(foto:ist)

SELOKO.ID, Jambi- Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pasir Putih 1 yang berlokasi di RT 23, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi genap memasuki usia satu tahun dalam menjalankan pengabdiannya kepada masyarakat.

Momentum bersejarah ini dirayakan melalui gelaran tasyakuran dan doa bersama yang berlangsung khidmat pada Jum’at malam, 7 Agustus 2026.

Acara syukuran ini dihadiri oleh jajaran internal SPPG Pasir Putih 1, mulai dari seluruh relawan, staf operasional, Kepala SPPG, tenaga akuntan, hingga ahli gizi.

Hadir pula pihak mitra kerja serta Person in Charge (PIC) dari Yayasan Olivia Alaniasi Bagi Pendidikan selaku lembaga yang menaungi SPPG tersebut.

Suasana kebersamaan semakin terasa dengan kehadiran puluhan warga sekitar, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Jambi Adityo Wirapranatha, unsur TNI-Polri melalui Babinsa dan Bhabinkamtibmas, Ketua RT setempat, serta jajaran tamu undangan lainnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemanjatan doa secara khusyuk oleh seluruh hadirin, sebagai bentuk rasa syukur atas kelancaran operasional SPPG Pasir Putih 1 selama satu tahun terakhir.

Sebagai puncaknya, dilakukan prosesi pemotongan tumpeng secara bersama-sama oleh perwakilan yayasan, mitra dan manajemen SPPG Pasir Putih 1.

Tak hanya menggelar doa bersama, bentuk kepedulian sosial juga ditunjukkan melalui pembagian bantuan sembako berupa beras dari pihak mitra dan Yayasan Olivia Alaniasi Bagi Pendidikan kepada warga yang hadir, dengan harapan membawa keberkahan bagi keberlanjutan operasional SPPG di masa mendatang.

Person in Charge (PIC) SPPG Pasir Putih 1, Pratiwi Annisa, menyampaikan aspirasinya agar keberadaan fasilitas ini dapat terus berkontribusi nyata dalam mendongkrak kualitas gizi anak-anak di lingkungan sekitar, mulai dari jenjang PAUD, SD, SMP, SMA, hingga kelompok K3.

Selain fokus pada sektor kesehatan dan gizi, kehadiran SPPG Pasir Putih 1 juga dirancang untuk menggerakkan roda perekonomian lokal melalui penyerapan tenaga kerja serta pemanfaatan potensi UMKM sekitar.

Langkah pengembangan ke depan akan diprioritaskan pada peningkatan kualitas sajian berstandar gizi terbaik guna mensukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala SPPG Pasir Putih 1, Cyntia Vira Regina, menekankan pentingnya menjaga konsistensi operasional, kelancaran pelayanan MBG, serta ketatnya standar keamanan pangan dan gizi yang disajikan kepada para penerima manfaat.

Dampak positif dari keberadaan SPPG Pasir Putih 1 diakui secara langsung oleh pemangku kepentingan dan masyarakat setempat.

Ketua RT 23 Kelurahan Pasir Putih, Marhalim, bersama salah seorang tokoh warga, H. Amri Aziz, mengapresiasi kontribusi SPPG yang telah menciptakan lapangan kerja serta memberikan manfaat nyata bagi pemenuhan gizi anak-anak di Kota Jambi. Keduanya berharap fasilitas ini dapat terus eksis dan memperluas daya jangkau pelayanannya.

Apresiasi tinggi turut diberikan oleh Kepala BGN Regional Jambi, Adityo Wirapranatha. Menurutnya, dinamika dan tantangan yang dihadapi keluarga besar SPPG Pasir Putih 1 selama satu tahun menjalankan program MBG dapat terlewati berkat sinergi solid antara BGN, TNI, Polri, Pemerintah Provinsi Jambi, serta Pemerintah Kota Jambi.

Adityo mengungkapkan bahwa meskipun Provinsi Jambi berada di urutan tiga terbawah dalam hal jumlah kuantitas SPPG di wilayah pulau Sumatera, Provinsi Jambi berhasil menempati peringkat pertama nasional dalam hal tata kelola administrasi dan kelayakan sertifikasi.

Seluruh SPPG yang beroperasional di Provinsi Jambi telah mengantongi sertifikasi laik higiene dan sanitasi secara penuh sebesar 100 persen, sebuah pencapaian yang menjadi pelopor di Indonesia.

Capaian ini merupakan buah dari komitmen erat antara BGN, yayasan mitra, Dinas Kesehatan, dan BPOM.

Dari sisi kelayakan infrastruktur, SPPG Pasir Putih 1 dinilai telah memenuhi seluruh kriteria dan standar ketat yang ditetapkan oleh BGN. Hal tersebut terlihat dari kelayakan bangunan, ketersediaan sarana dan peralatan pendukung, tata ruang, hingga kebersihan seluruh fasilitas operasional yang terjaga dengan sangat baik demi menjamin mutu pangan yang higienis dan bergizi. (eco)