SELOKO.ID, Kota Jambi- Destinasi lifestyle dan ruang komersial baru, Light The Rooftop (LTR) resmi membuka pintunya untuk masyarakat Kota Jambi.
Grand opening tempat nongkrong ini digelar pada Sabtu, 8 Agustus 2026 di kawasan Tugu Juang, Sipin, Kota Jambi, yang ditandai dengan prosesi pemotongan pita oleh empat owner LTR, yakni Alvin, Raga, Aldi dan Aldo.
Prosesi peresmian tersebut disaksikan oleh ratusan tamu undangan. Kehadiran ruang komersial ini tidak hanya bertujuan menawarkan pengalaman kuliner dan tempat berkumpul, melainkan juga membawa misi membangun ekosistem anak muda di Kota Jambi.
LTR hadir dengan konsep yang terinspirasi dari perkembangan ruang nongkrong dan gaya hidup di beberapa kota besar seperti Bandung dan Jakarta, yang kemudian disesuaikan dengan karakter serta kebutuhan masyarakat lokal.
Owner LTR Coffee, Alvin menyampaikan, bahwa kehadiran LTR merupakan bagian dari upaya menghadirkan ruang yang lebih proper bagi masyarakat, khususnya generasi muda Jambi.
“Pertama, kami mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan media yang sudah hadir dalam acara peresmian LTR hari ini,” ujar Alvin.
Ia menjelaskan, bahwa konsep yang diusung sebelumnya telah diperkenalkan melalui masa soft opening. Namun, grand opening ini menjadi momentum untuk mempertegas arah bisnis sekaligus visi yang ingin dibangun bersama.
“Konsep ini memang yang kami tawarkan kepada anak-anak muda di Jambi. Ide awalnya terinspirasi dari konsep kota-kota besar seperti Bandung dan Jakarta, terutama dari beberapa tempat yang menjadi ruang berkumpul dan berkembangnya anak muda,” jelasnya.
Alvin menilai masih ada ruang yang cukup besar untuk mengembangkan destinasi lifestyle dan ruang publik alternatif di Kota Jambi.
“Kita melihat di Jambi memang masih kurang dan minim tempat wisata. Karena itu, kami mencoba membuat tempat yang sekiranya bisa berguna juga bagi anak-anak Jambi,” katanya.
Guna memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung, LTR dilengkapi dengan sejumlah fasilitas, mulai dari area rooftop dengan pemandangan kota, ruang bersantai yang nyaman, hingga pertunjukan musik langsung (live music).
“Kami hadirkan fasilitas seperti live music, tempat yang proper, dan harapannya semua ini bisa menjadi kontribusi yang baik untuk Kota Jambi,” ujar Alvin.
Lebih dari sekadar bisnis kuliner, LTR memposisikan diri sebagai ruang pendukung pertumbuhan kreativitas anak muda Jambi.
Alvin berharap LTR dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk belajar, berkarya, membangun jejaring, hingga mengembangkan potensi diri.
“LTR berkomitmen menjadi rumah bagi anak-anak muda Jambi yang ingin bertumbuh, belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi terbaiknya. Setiap langkah yang kami tempuh adalah investasi untuk masa depan,” tuturnya.
Keinginan tersebut didasari oleh semangat para owner yang seluruhnya merupakan putra daerah Jambi, untuk memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan sumber daya manusia (SDM) lokal.
“Kami kebetulan sama-sama orang Jambi. Jadi harapannya memang bisa memberikan kontribusi yang baik, terutama dalam pengembangan sumber daya manusia,” jelasnya.
Dari segi sajian, LTR menyajikan variasi menu kuliner yang beragam dan tidak hanya berfokus pada menu kopi. Manajemen menyiapkan pilihan makanan, termasuk hidangan lokal, yang dikelola secara profesional oleh tim internal bersama para pendiri lainnya.
“Kalau dari segi makanan, kami juga ada makanan lokal. Untuk itu ada tim manajemen sendiri yang menangani, yang didirikan bersama Bapak Raga, Aldi maupun Aldo,” terang Alvin.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi LTR untuk membangun tempat nongkrong yang inklusif dan dapat diterima oleh berbagai segmen masyarakat di Kota Jambi.
“Pada intinya, kami ingin menghadirkan di Jambi tempat nongkrong kopi yang bisa diterima masyarakat Jambi,” tandasnya.
Melalui peresmian ini, Light The Rooftop tidak sekadar menghadirkan destinasi kuliner baru, tetapi juga membuktikan ambisinya dalam mendorong ekosistem kreatif dan gaya hidup anak muda Jambi melalui adaptasi konsep kota besar tanpa mengesampingkan identitas daerah. (eco)
