Rilis Akhir Tahun 2025 Polres Tanjabtim, Angka Kriminalitas Turun

(foto:ist)
(foto:ist)

SELOKO.ID, Tanjung Jabung Timur- Menutup tahun 2025, Kepolisian Resor Tanjung Jabung Timur, Jambi menggelar rilis akhir tahun sebagai bentuk keterbukaan publik.

Dalam rilisnya, Polres Tanjung Jabung Timur mencatatkan penurunan jumlah tindak pidana umum, namun memberikan alarm waspada pada peningkatan kasus penyalahgunaan narkotika yang cukup signifikan.

​Kapolres Tanjung Jabung Timur, AKBP Maulia Kuswicaksono, S.I.K., M.H., menyampaikan apresiasi mendalam terhadap sinergitas insan pers yang selama ini menjadi jembatan informasi.

“Tujuan rilis ini adalah merefleksi apa yang telah kita lakukan sepanjang 2025. Kita ingin transparansi dalam pengungkapan kasus kriminalitas, laka lantas, hingga narkoba demi menjamin keamanan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Kapolres.

(foto:ist)
(foto:ist)

​Data Polres Tanjung Jabung Timur menunjukkan tren positif pada angka kriminalitas umum. Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 73 kasus tindak pidana, menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 85 kasus.

​Sejumlah kasus menonjol menghiasi catatan kepolisian, di antaranya pencurian dengan pemberatan dan pencurian kendaraan bermotor masih mendominasi, termasuk pengungkapan kasus pembunuhan dengan tersangka berinisial R yang kini berstatus P-19.

​Catatan merah terlihat pada kasus narkotika. Terjadi lonjakan pengungkapan kasus dari 40 kasus di tahun 2024 menjadi 52 kasus di tahun 2025. Jumlah tersangka pun meningkat tajam, dari 56 orang menjadi 71 orang.

​Meskipun barang bukti sabu sedikit menurun yakni 240,51 gram, varian barang bukti kian beragam dengan masuknya ganja seberat 20,38 gram dan peningkatan jumlah pil ekstasi.

Tren ini mengindikasikan bahwa wilayah hukum Polres Tanjung Jabung Timur masih menjadi jalur rawan peredaran gelap narkoba.

​Di sektor lalu lintas, jumlah laporan polisi menurun tipis dari 68 menjadi 64 kasus.

Sementara angka korban meninggal dunia naik menjadi 13 jiwa. ​Yang paling mencolok adalah lonjakan kerugian material yang naik hampir 100%, dari Rp 81,7 juta di tahun 2024 menjadi Rp 159,3 juta di tahun 2025.

Kapolres menjelaskan, ada tiga faktor utama penyebab kecelakaan, yakni
​minimnya rambu lalu lintas serta penerangan jalan, kondisi kendaraan yang tidak layak jalan dan faktor kelalaian dalam berkendara.

​Polres Tanjung Jabung Timur juga menekankan pentingnya harkamtibmas sebagai fondasi ekonomi.

Dengan situasi yang aman dan kondusif, diharapkan para investor tidak ragu untuk berinvestasi di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

​Sederet operasi kepolisian seperti Operasi Antik, Pekat, Zebra, hingga Operasi Lilin yang mengawal pergantian tahun dipastikan berjalan aman.

Kapolres menutup paparan dengan pesan edukatif bagi masyarakat dan media.

​”Dukungan mitra media dalam menyajikan berita positif dan edukatif sangat penting. Keamanan adalah modal utama agar ekonomi masyarakat tumbuh dan investasi melirik daerah kita,” pungkasnya.

Rilis akhir tahun 2025 ini bertepatan dengan berakhirnya masa bakti AKBP Maulia Kuswicaksono, S.I.K., M.H., sebagai Kapolres Tanjung Jabung Timur.

Dalam waktu dekat, perwira menengah polri dengan 2 melati di pundaknya ini akan mengemban amanah baru sebagai Kapolres Tanjung Jabung Barat. (Red)