Damkar Berjibaku Padamkan Api yang Menghanguskan 6 Kios di Jambi, Satu Nyawa Melayang

(foto:ist)
(foto:ist)

SELOKO.ID, Jambi- Deru sirine armada pemadam kebakaran memecah kemacetan di kawasan Jalan H. Adam Malik, Kelurahan Thehok, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi Rabu 21 Januari 2026.

Di tengah kepulan asap hitam yang membubung dari deretan kios, sebuah drama tragis terungkap, seorang warga ditemukan tak bernyawa di balik pintu kamar mandi yang terkunci api.

​Kebakaran hebat yang menghanguskan enam kios di RT 37, Kecamatan Jambi Selatan itu diduga kuat dipicu oleh kebocoran dan ledakan tabung gas.

Hanya dalam hitungan menit, api merambat cepat melahap tiga kios pakaian, satu toko kelontong, serta dua warung makan.

​Laporan masuk ke markas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi tepat pukul 14.42 WIB.

Meski tim berhasil tiba dalam waktu 11 menit (response time), petugas di lapangan harus berjibaku dengan kendala kemacetan lalu lintas dan kerumunan warga yang menyemut di lokasi kejadian, sehingga sempat menghambat laju selang air.

​Kepala Dinas Damkartan Kota Jambi, Mustari Affandi yang memimpin langsung operasi pemadaman, mengonfirmasi temuan memilukan saat penyisiran dilakukan.

“Petugas kami harus mengenakan baju tahan api untuk masuk ke dalam bangunan setelah menerima laporan adanya warga yang terjebak,” ujar Mustari Affandi, Rabu 21 Januari 2026.

​Di depan pintu kamar mandi, petugas menemukan korban dalam posisi tertelungkup. Nyawanya tak tertolong. Jasad korban segera dievakuasi menggunakan ambulans PSC 119 menuju RS Bhayangkara Jambi setelah pihak Damkartan berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

​Sedikitnya 120 personel dan 12 armada tempur dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah. Dalam operasi yang berlangsung selama 90 menit tersebut, petugas menghabiskan sekitar 64.000 liter air untuk memastikan api benar-benar padam dan melakukan pendinginan guna mencegah perambatan ke pemukiman padat di sekitarnya.

Meski api berhasil dikuasai pada pukul 16.30 WIB, dampak sosial yang ditinggalkan cukup mendalam. Sebanyak 6 Kepala Keluarga (20 jiwa) kini kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian dalam sekejap.

​Tragedi ini kembali menjadi rapor merah bagi aspek keamanan penggunaan tabung gas di sektor usaha mikro.

Dugaan ledakan tabung gas sebagai pemantik api menambah panjang daftar kebakaran serupa di Kota Jambi.

“Pada saat kejadian itu memang ada ledakan, diduga itu ada 2 tabung gas yang terbakar,”jelas Mustari Affandi.

​Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Sementara itu, bantuan dari pemerintah kota diharapkan segera mengalir bagi para korban kebakaran. (Eko)