Antisipasi Karhutla, Lurah Wahyu Setiawan Ajak Warga Teluk Dawan Jaga Lahan Gambut

(foto:ist)
(foto:ist)

SELOKO.ID, Tanjung Jabung Timur- Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, khususnya di Kelurahan Teluk Dawan, bukan isapan jempol belaka.

Menyadari wilayahnya berdiri di atas hamparan gambut yang luas, Lurah Teluk Dawan, Wahyu Setiawan, mulai tancap gas melakukan langkah preventif.

Wahyu tak ingin kecolongan. Baginya, menjaga ekosistem gambut di wilayahnya adalah harga mati. Ia pun secara lantang mengajak seluruh warganya untuk mengubah mindset lama dalam mengolah lahan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Tolong, jangan ada lagi yang membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar, apalagi ini wilayah gambut,” tegas Lurah Teluk Dawan, Wahyu Setiawan kepada wartawan pada Selasa, 3 Februari 2026.

Bukan tanpa alasan Wahyu begitu getol melakukan sosialisasi. Ia memahami betul karakteristik lahan gambut. Di permukaan mungkin terlihat padam, namun di dalam tanah, api bisa terus merayap tanpa kendali.

“Lahan gambut ini rentan sekali. Kalau sudah terbakar, apinya masuk ke bawah tanah. Itu yang bikin sulit dipadamkan dan dampaknya luar biasa merusak lingkungan,” jelasnya.

Wahyu mengingatkan bahwa Karhutla bukan sekadar masalah pohon yang hangus. Ada efek domino yang mengintai kesehatan dan isi dompet warga. Kabut asap yang dihasilkan dari kebakaran gambut jauh lebih pekat dan berbahaya bagi pernapasan.

“Selain merusak alam, asapnya bikin sakit dan aktivitas ekonomi warga pasti terganggu. Kita semua yang rugi,” jelasnya.

Tak ingin bekerja sendiri, Wahyu merangkul seluruh elemen masyarakat untuk menjadi garda terdepan pencegahan. Ia meminta warga segera melapor jika melihat ada oknum yang sengaja bermain api atau menemukan kepulan asap sekecil apa pun.

“Kesadaran dan kerja sama masyarakat adalah kunci. Dengan tidak membakar dan tetap siaga, kita jaga lingkungan dan keselamatan anak cucu kita ke depan,” tandas Wahyu Setiawan mengakhiri keterangannya. (Eko)