Petani Sawit di Bahar Utara Diduga Tewas Tersengat Listrik PLN saat Memanen

(foto:ist)
(foto:ist)

SELOKO.ID, Muaro Jambi- Insiden maut menimpa K (58) seorang petani sawit di Desa Sungai Dayo, Kecamatan Bahar Utara, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi.

Korban ditemukan tidak bernyawa dalam posisi telungkup di area perkebunan kelapa sawit pada Senin 2 Februari 2026. Ia diduga kuat meninggal dunia akibat tersengat arus listrik PLN saat sedang bekerja.

Peristiwa bermula ketika korban berangkat ke kebun bersama anaknya sekitar pukul 08.00 WIB untuk memanen kelapa sawit. Aktivitas berjalan normal hingga memasuki tengah hari. Sekitar pukul 11.00 WIB, keduanya sempat beristirahat di kediaman kerabat mereka.

Setengah jam berselang, korban memutuskan untuk melanjutkan pekerjaan di area kebun yang terletak di pinggir jalan, lokasi yang bersinggungan langsung dengan jaringan kabel listrik PLN. Sementara itu, sang anak sempat terpisah dari posisi ayahnya.

(foto:ist)
(foto:ist)

Kapolsek Sungai Bahar, Iptu Wiwik Utomo menjelaskan, bahwa sekitar pukul 14.00 WIB, sang anak mencoba mencari ayahnya untuk mengajak pulang. Namun, korban tidak ditemukan di lokasi. Khawatir karena sang ayah belum kembali ke rumah hingga sore hari, sang anak menghubungi sepupunya untuk membantu pencarian.

(foto:ist)
(foto:ist)

Sekitar pukul 15.30 WIB, sepupu sang anak akhirnya menemukan korban di kebun sawit tersebut. Korban ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa dengan posisi telungkup. Di tangannya, masih tergenggam sebuah egrek atau alat pemanen sawit.

(foto:ist)
(foto:ist)

Tepat di atas posisi korban ditemukan, membentang jaringan kabel listrik PLN. Diduga kuat, bilah egrek yang panjang tersebut tanpa sengaja menyentuh atau mendekati kabel bertegangan tinggi saat korban sedang memanen, sehingga menghantarkan arus listrik ke tubuh korban.

“Diduga tersengat arus daya listrik PLN,”ujar Kapolsek Sungai Bahar, Iptu Wiwik Utomo lewat keterangan tertulis yang diterima Seloko.id, Selasa 3 Februari 2026.

Pihak keluarga yang tiba di lokasi segera mengevakuasi korban ke rumah duka. Terkait insiden ini, pihak kepolisian telah menawarkan prosedur otopsi untuk memastikan penyebab pasti kematian. Namun, keluarga korban menyatakan telah mengikhlaskan kejadian tersebut.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi para petani sawit mengenai risiko bekerja di bawah jaringan kabel listrik, terutama saat menggunakan alat panen yang berbahan logam dan memiliki jangkauan tinggi. (Eko)