SELOKO.ID, Bungo- Bupati Bungo, Dedy Putra membantah keras tudingan yang beredar di media sosial terkait keterlibatan dirinya dalam aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kabupaten Bungo, Jambi.
Dedy menegaskan, bahwa dirinya tidak pernah menerima sepeser pun aliran dana dari kegiatan ilegal yang telah merusak ekosistem sungai tersebut.
Pernyataan ini muncul sebagai respons atas isu yang menyebutkan bahwa maraknya aktivitas PETI di Bungo mendapat lampu hijau atau perlindungan dari pihak pemerintah daerah.
Aktivitas penambangan emas ilegal di Kabupaten Bungo memang menjadi persoalan menahun yang sulit diberantas.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kerusakan alam akibat PETI kian meluas, terutama di sepanjang aliran Sungai Batang Bungo.
Air sungai yang dulunya menjadi tumpuan hidup warga kini keruh dan ekosistemnya rusak parah akibat penggunaan alat berat serta merkuri.
Pemerintah Kabupaten Bungo sebenarnya telah membentuk Tim Zero PETI, sebuah satuan tugas gabungan yang terdiri dari ratusan personel Satpol PP, TNI, Polri dan Kejaksaan.
Tim ini dipimpin langsung oleh Dedy Putra bersama jajaran pejabat penegak hukum setempat.
“Sejak saya dilantik, sejak dibentuk tim penertiban PETI, disitu ada Ketua 1 Kapolres Bungo, Ketua 2 pak Dandim dan Ketua 3 pak Kajari di dalam SK itu, sudah berjalan. Jadi saya sampaikan bahwa saya haramkan untuk kegiatan PETI di Bungo ini,”ujar Bupati Bungo, Dedy Putra kepada wartawan.
Namun, upaya tersebut diakui belum membuahkan hasil yang signifikan. Meskipun razia dan pemusnahan alat rakit tambang sering dilakukan, para penambang kerap kembali beroperasi sesaat setelah petugas meninggalkan lokasi.
Dedy Putra menyatakan, bahwa dirinya bersama Tim Zero PETI telah bekerja maksimal sesuai dengan kewenangan yang ada.
Ia menyayangkan adanya berita bohong (hoax) yang mencoba menyudutkan posisinya di tengah upaya pemulihan lingkungan.
“Ini berita hoax, berita tidak benar yang menyatakan saya terlibat di dalam PETI. Jadi ada yang mengatakan saya terlibat, Demi Allah satu sen pun saya tidak akan makan uang PETI. Jadi saya haramkan itu dan saya akan terus bertindak sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku,”tegas Dedy Putra.
Persoalan PETI di Jambi, khususnya di wilayah Bungo dan Merangin, memang menjadi tantangan pelik.
Selain faktor ekonomi masyarakat, adanya dugaan keterlibatan pemodal besar (cukong) di balik layar membuat penegakan hukum seringkali membentur tembok tebal.
Masyarakat kini menunggu langkah tegas yang lebih tuntas dari Tim Zero PETI, agar aliran Sungai Batang Bungo dapat kembali pulih, dan aktivitas perusakan lingkungan ini benar-benar bisa dihentikan hingga ke akar-akarnya. (Red)
