SELOKO.ID, Batang Hari- Kepala Desa Sungai Baung, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, Jambi, Ridwan Suib membantah keras narasi yang beredar di media sosial mengenai dirinya yang dikabarkan dipukul oleh warga saat proses penangkapan terduga pelaku narkoba di wilayahnya.
Ridwan menegaskan, video dan narasi yang menyebut dirinya menjadi korban pemukulan karena menolak menjadi saksi penangkapan adalah hoaks atau berita bohong.
“Yang jelas itu berita hoaks. Kejadian yang sebenarnya, saat berlangsungnya penangkapan terduga pelaku narkoba, saya menegur salah satu warga yang bertindak dan berbicara tidak sopan di tengah keramaian. Saya hanya memperingatkan yang bersangkutan, kemudian warga lain mengamankan orang tersebut agar situasi tetap kondusif,” kata Ridwan saat dikonfirmasi wartawan, Selasa 7 Juli 2026.
Ridwan menjelaskan, perannya sebagai kepala desa adalah mendukung penuh upaya aparat kepolisian dalam memberantas peredaran narkotika.
Ia menegaskan memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk kooperatif dalam memberikan informasi terkait dugaan penyalahgunaan narkoba di lingkungannya.
Terkait insiden dalam video tersebut, seorang warga Sungai Baung yang meminta identitasnya dirahasiakan turut meluruskan kejadian sebenarnya. Menurutnya, keributan tersebut bukan melibatkan masyarakat lokal, melainkan seorang pemuda dari luar wilayah desa.
“Bukan dengan masyarakat Sungai Baung keributan tersebut, dengan salah seorang pemuda yang tidak diketahui warga mana. Kepala desa sempat ingin ditinju, tapi tidak sampai kena, karena warga Sungai Baung sudah mengamankan pemuda tersebut,” ungkapnya melalui pesan singkat.
Warga tersebut juga menegaskan, bahwa masyarakat Sungai Baung sangat mendukung penuh pemberantasan narkoba karena khawatir terhadap dampak negatif yang mengancam generasi muda, khususnya anak-anak sekolah.
Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait peristiwa tersebut. Kades Sungai Baung, Ridwan Suib mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Masyarakat diminta lebih bijak dalam bermedia sosial, agar tidak turut menyebarkan hoaks yang dapat mengganggu situasi kamtibmas. (Red)
