Abrasi Ancam Kawasan Cagar Budaya

  • Share
Jalan poros di Desa Kemingking Luar, Kecamatan Taman Rajo, Kabupaten Muaro Jambi rusak akibat terkikis derasnya air Sungai Batanghari. Desa Kemingking Luar merupakan kawasan cagar budaya Candi Muaro Jambi. (foto: istimewa)
Jalan poros di Desa Kemingking Luar, Kecamatan Taman Rajo, Kabupaten Muaro Jambi rusak akibat terkikis derasnya air Sungai Batanghari. Desa Kemingking Luar merupakan kawasan cagar budaya Candi Muaro Jambi. (foto: istimewa)

SELOKO.ID | MUARO JAMBI– Derasnya arus Sungai Batanghari terus mengikis bantaran Sungai Batanghari di Desa Kemingking Luar, Kecamatan Taman Rajo, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi.

Bahkan, sebagian jalan poros di Desa setempat yang berada dekat dengan permukiman penduduk, tampak amblas dan rusak akibat diterjang abrasi.

“Desa kami terkikis oleh Sungai Batanghari,”kata Kepala Desa Kemingking Luar, Dedi Rahmad, Selasa (16/11/21).

Kades muda ini menerangkan, Desa Kemingking Luar merupakan kawasan cagar budaya Candi Muaro Jambi, sebab di wilayah Desa tersebut terdapat 4 bangunan candi.

Ia berharap adanya perhatian dari Pemerintah Provinsi Jambi maupun Pemerintah Pusat, untuk segera membangun turap di bantaran sungai yang mengalami pengikisan.

“Karna kalau tidak diturap, habislah desa kami terkikis oleh Sungai Batanghari. Kami berharap tindakan cepat pemerintah, karna Desa kami termasuk kawasan strategis pariwisata nasional, namun keadaan nya sangat mengkhawatirkan sekali,”jelasnya.

Dedi Rahmad menerangkan, pengikisan tanah di bantaran Sungai Batanghari di Desa Kemingking Luar telah terjadi sejak lama.

“Sepanjang satu kilometer yang terkena abrasi. Separuh dari jalan poros di Desa kami ini sudah terkikis oleh Sungai Batanghari,”sebutnya.

Dijelaskannya, persoalan abrasi sungai ini telah disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten, Provinsi maupun Pusat.

“Sudah diajukan ke Provinsi dan juga ke Pusat, pihak dari PUPR pusat juga sudah turun. Namun kami juga berharap eksen nya lebih cepat lagi, karna janji mereka tahun depan (2022, red) akan dilaksanakan pembuatan turap wisata di Desa Kemingking Luar ini,”tandasnya.

Akibat terkikis oleh Sungai Batanghari, jarak antara sebagian permukiman penduduk dengan bantaran Sungai Batanghari hanya tinggal beberapa meter saja.

“Kami sudah lama mendambakan pembangunan turap, tapi dak jadi-jadi. Jadi kami minta tolong kepada pemerintah supaya disegerakan,”kata Hasan Basri, salah seorang warga Desa Kemingking Luar.

Hasan khawatir, jika pembangunan turap tidak segera dilakukan, maka abrasi akan semakin bertambah parah.

“Kata orang Kemingking itu terbis. Jadi kami minta tolong supaya pembangunan turap segera terlaksana,”pungkas Hasan Basri.

(Eko)

  • Share