SELOKO.ID, Jambi- Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah di Provinsi Jambi mulai berdampak pada penurunan kualitas udara di Kota Jambi.
Menanggapi kondisi tersebut, Korem 042/Garuda Putih (Gapu) turun langsung ke jalan untuk membagikan ribuan masker kepada masyarakat.
Komandan Korem (Danrem) 042/Gapu Jambi, Brigjen TNI Nyamin menyatakan, bahwa aksi pembagian masker ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kesehatan warga di tengah kualitas udara yang terus memburuk.
“Dua hari ini kondisi di Kota Jambi, udaranya sudah kurang sehat disebabkan kabut asap akibat adanya kebakaran lahan di sejumlah wilayah Provinsi Jambi,” kata Brigjen TNI Nyamin, Senin, 24 Agustus 2026.
Sebanyak 6.000 masker didistribusikan secara serentak di empat titik strategis di wilayah Kota Jambi. Pengendara jalan raya serta warga yang tengah beraktivitas di luar ruangan menjadi sasaran utama pembagian masker tersebut.

Nyamin menjelaskan, berdasarkan pemantauan data pergerakan angin, asap yang mengepung wilayah perkotaan terbawa dari kawasan karhutla di sisi selatan dan tenggara.
“Kita bagikan 6.000 masker di empat titik di Kota Jambi. Kita berharap masyarakat menyadari bahwa saat ini udara kurang sehat karena adanya kabut asap,” ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk mengurangi konsentrasi aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak, serta disiplin mengenakan masker untuk mengantisipasi potensi gangguan pernapasan.
“Kita berharap kondisi ini segera berakhir dan udara di Jambi kembali membaik,” tambah Nyamin.
Langkah responsif ini mendapat apresiasi dari warga setempat. Basri, salah satu warga penerima masker, menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian jajaran TNI terhadap perlindungan kesehatan masyarakat.
“Terima kasih kepada Danrem 042/Gapu yang peduli dengan kesehatan warga dengan membagikan masker. Semoga kabut asap segera berakhir dan kondisi Jambi bisa pulih seperti sedia kala,” ujar Basri.
Saat ini, Satgas Gabungan terus berupaya melakukan pemadaman di sejumlah titik karhutla untuk mencegah perluasan kebakaran.
Selain penanganan di lapangan, masyarakat diimbau untuk turut menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan yang dapat memperparah polusi udara. (eco)
