Gercep Tangani Masalah Air Bersih, Direktur RSUD Nurdin Hamzah Sampaikan Permohonan Maaf Sekaligus Pastikan Pelayanan Tetap Maksimal

Direktur RSUD Nurdin Hamzah, drg. Darwin Salim.
Direktur RSUD Nurdin Hamzah, drg. Darwin Salim.

SELOKO.ID, Tanjung Jabung Timur- Pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nurdin Hamzah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi, sempat mengalami kendala akibat matinya fasilitas air bersih.

Kondisi ini dikabarkan mulai dirasakan sejak Jumat, 18 September 2026, dan memicu keluhan dari sebagian keluarga pasien yang merasa kesulitan memenuhi kebutuhan sanitasi dasar.

Menanggapi keluhan tersebut, Direktur RSUD Nurdin Hamzah, drg. Darwin Salim, MKM, langsung bergerak cepat dan menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dirasakan oleh para pasien serta pengunjung rumah sakit.

“Mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Saat ini sedang dalam proses perbaikan, petugas air sedang bekerja di lokasi. Ada kendala di sumber air yang kering karena kemarau, semoga bisa segera lancar kembali, terima kasih,” jelas drg. Darwin Salim saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu, 19 September 2026.

Di tengah tantangan cuaca ekstrem dan musim kemarau yang membuat sumber air baku mengering, pihak manajemen RSUD Nurdin Hamzah menegaskan tidak tinggal diam.

Petugas teknis langsung diterjunkan ke lapangan untuk mempercepat proses normalisasi aliran air bersih, agar aktivitas di lingkungan rumah sakit kembali normal.

Darwin juga memastikan bahwa pihaknya terus berupaya secara maksimal agar seluruh rangkaian pelayanan kesehatan bagi masyarakat tetap berjalan dengan baik tanpa mengabaikan standar yang ada.

“Manajemen berusaha memastikan pelayanan berjalan sesuai harapan, terima kasih atas dukungannya selalu,” tambahnya.

Meski kendala ini dipicu oleh faktor alam di luar kendali manusia, manajemen RSUD Nurdin Hamzah tetap menjadikan insiden ini sebagai bahan evaluasi penting untuk memperkuat sistem mitigasi darurat ke depan, demi kenyamanan dan kesehatan seluruh pasien di fasilitas pelat merah tersebut. (eco)