Kompolnas Respons Laporan Ramos Hutabarat, Minta Kapolda Jambi Atensi Kasus Aryadi

Ramos Hutabarat, S.H.
Ramos Hutabarat, S.H.

SELOKO.ID, Jakarta- Komisi Kepolisian Nasional atau Kompolnas menindaklanjuti aduan masyarakat yang dilayangkan oleh pengacara kondang asal Jambi Ramos Hutabarat, S.H.

Lembaga pengawas kepolisian itu secara resmi telah menyurati Kapolda Jambi, Irjen Pol. Krisno H. Siregar untuk meminta klarifikasi terhadap penanganan kasus yang diadukan.

​Langkah strategis Kompolnas ini tertuang dalam surat resmi bernomor B-1953/DT.01.03/11/2025, tertanggal Jakarta, 26 November 2025, yang ditujukan langsung kepada Ramos Hutabarat selaku pelapor.

​Dalam dokumen yang ditandatangani Anggota Kompolnas, Ida Oetari Poernamasasi, a.n. Ketua Kompolnas, dikonfirmasi bahwa keluhan yang diajukan Ramos telah diterima dan dicatat dalam register Kompolnas dengan nomor: 909/6/PRO/XI/2025/Kompolnas.

​Aduan ini bermula dari Surat Pengaduan Masyarakat yang dikirimkan Ramos selaku kuasa hukum dari Rismawati, istri dari almarhum Aryadi pada 27 Oktober 2025 lalu.

Diduga, pengaduan ini muncul akibat adanya dugaan hambatan atau ketidakpuasan dalam proses hukum yang sedang ditangani di wilayah hukum Polda Jambi.

​Menindaklanjuti hal tersebut, Kompolnas menyatakan telah mengambil langkah konkret.

​”Telah disampaikan Surat Permohonan Klarifikasi kepada Kapolda Jambi sesuai Surat Ketua Kompolnas Nomor: B-1952/DT.01.00/11/2025 tanggal 26 November 2025,” demikian bunyi poin kedua dalam surat itu.

(foto:ist)
(foto:ist)

​Kompolnas meminta Kapolda Jambi untuk segera menindaklanjuti permintaan klarifikasi tersebut dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Hal ini menunjukkan atensi serius Kompolnas dalam memastikan penanganan perkara di daerah berjalan sesuai prosedur dan memberikan rasa keadilan bagi masyarakat pelapor.

​Bagi pihak pelapor yang ingin mengetahui perkembangan informasi lebih lanjut, Kompolnas membuka jalur komunikasi melalui narahubung yang telah disediakan.

​Tembusan surat ini juga disampaikan kepada Menkopolkam selaku Ketua Kompolnas dan Sekretaris Kompolnas sebagai bentuk laporan pertanggungjawaban.

Sebagaimana diketahui, tim kuasa hukum keluarga almarhum Aryadi, Ramos Hutabarat, S.H. menyuarakan desakan keras kepada pihak kepolisian untuk memberikan rasa keadilan dan transparansi terhadap kasus tewasnya almarhum Aryadi.

Pria yang dituduh sebagai bandar narkoba tersebut dilaporkan diduga tewas tertembak oleh oknum aparat kepolisian pada awal Agustus lalu, namun pihak keluarga menilai terdapat sejumlah kejanggalan dalam peristiwa maut itu.

​Ramos menegaskan, bahwa hingga saat ini pihak keluarga almarhum Aryadi belum mendapatkan rasa keadilan. Menurut Ramos, narasi yang dibangun bahwa almarhum Aryadi melakukan perlawanan sehingga harus diberikan tindakan tegas terukur, perlu dibuktikan secara transparan dan ilmiah. (Red)