SELOKO.ID, Jambi- Deretan sepeda motor di parkiran SMK Negeri 2 Kota Jambi mendadak heboh, Senin pagi, 9 Februari 2026. Bukan karena razia besar-besaran, melainkan kehadiran personel Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jambi yang datang melakukan pengecekan kendaraan secara simpatik.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Operasi Keselamatan 2026 yang menyasar langsung jantung populasi usia produktif, yakni sekolah.

Kepolisian menyadari bahwa pendekatan hukum di jalan raya saja tidak cukup. Dalam operasi serentak di 4 sekolah di Kota Jambi hari ini, polisi memilih masuk ke sekolah dan lapangan upacara guna menanamkan etika berkendara sejak dini.
Di SMK Negeri 2 Kota Jambi, Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Jambi, AKBP Novrizal mengawali kegiatan dengan mengukuhkan anggota Paskibraka sekolah. Dalam amanat Dirlantas Polda Jambi, Kombes Pol. Adi Benny Cahyono yang dibacakannya, ia menegaskan bahwa Operasi Keselamatan 2026 menitikberatkan pada langkah preemtif.
”Generasi muda menyumbang angka pelanggaran dan kecelakaan yang cukup tinggi. Kami ingin mereka sadar bahwa keselamatan adalah hak asasi,” ujarnya.
Pemandangan serupa terlihat di MAN 3 Kota Jambi. Kasubdit Bin Gakkum, Kompol Sandy Mutaqqin Pranayudha, yang bertindak sebagai pembina upacara, melontarkan pesan yang cukup menohok bagi para siswa.

“Tertib berlalu lintas bukan karena takut ditilang polisi, tetapi karena kita menghargai nyawa kita sendiri dan orang lain,” kata Kompol Sandy di hadapan seluruh siswa peserta upacara.
Usai upacara, tim kepolisian langsung bergeser ke area parkir sekolah. Bersama pihak guru, mereka memeriksa kelengkapan kendaraan siswa, mulai dari helm standar SNI, keberadaan spion, hingga penggunaan knalpot yang bising.
Menariknya, tidak ada surat tilang yang keluar. Siswa yang melanggar hanya diberikan edukasi dan teguran humanis.

Gerakan edukasi ini juga menjalar ke SMA Negeri 2 Kota Jambi dan SMA Sari Putra. Kasat PJR, AKBP Poeloeng Arsa Sidanu di SMA Negeri 2 memberikan materi Safety Riding praktis, sementara di SMA Sari Putra, Kompol Sukarman mendorong para siswa untuk menjadi agent of change atau agen perubahan.
Targetnya jelas, menekan angka fatalitas kecelakaan. Kepolisian berharap para pelajar ini mampu menjadi pelopor yang mengingatkan rekan sebaya maupun keluarga mereka untuk patuh hukum.
Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol. Erlan Munaji menyampaikan, bahwa instruksi Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar sangat tegas mengenai pendekatan ini.
“Kami ingin tumbuh generasi yang disiplin secara karakter dan pelopor dalam keselamatan berlalu lintas,” kata Kombes Pol. Erlan.

Respons positif datang dari pihak sekolah yang merasa terbantu dengan kehadiran polisi di tengah siswa. Bagi mereka, edukasi langsung dari petugas kepolisian di lapangan memberikan dampak psikologis yang berbeda, dibandingkan hanya sekadar teori di buku pelajaran.
Operasi Keselamatan 2026 masih akan terus bergulir, namun langkah masuk ke sekolah-sekolah ini menjadi sinyal bahwa kepolisian tengah mencoba meredam ‘darah muda’ di aspal jalanan, dengan cara yang lebih lembut dan edukatif. (Eko)
