SELOKO.ID, Muaro Jambi-Jelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, potret buram dunia pendidikan masih terlihat jelas di Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi.
Para siswa dan guru di SD Negeri 124 Tanjung Pauh Talang Pelita, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi harus berjuang menuntut ilmu di tengah bayang-bayang bahaya gedung sekolah yang rusak parah.
Pantauan di lokasi pada Senin, 10 Agustus 2026, kondisi paling memprihatinkan terlihat di ruang kelas 5.

Plafon kelas tersebut telah ambrol total dan hanya menyisakan kerangka kayu bangunan yang sudah lapuk.
Kondisi kerangka kayu yang siap roboh kapan saja ini terus mengancam keselamatan para siswa yang tengah belajar.


Rasa waswas dan takut tertimpa material kayu terpaksa diabaikan oleh para siswa dan guru demi menjaga kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berjalan.
Kerusakan tidak hanya terjadi pada atap. Lantai keramik kelas tampak pecah dan jebol, jendela harus ditutup papan kayu seadanya, serta plafon di luar area kelas juga rusak parah.
Selain kelas 5, ruang kelas 4 juga mengalami kerusakan serupa pada bagian plafon. Sebagian lantai bangunan sekolah ini bahkan masih berupa semen yang kini juga sudah mulai rusak.

Fitri, salah seorang siswi kelas 5, mengaku tidak nyaman dan selalu dibayangi rasa takut saat mengikuti pelajaran di dalam kelas.
“Rasanya tu gak nyaman, takut tertimpa sama kayu,” tutur Fitri.

Sementara itu, Nadin, siswi kelas 4 berharap ada perhatian tidak hanya untuk perbaikan fisik sekolah, tetapi juga untuk kesejahteraan gizi mereka. Ia mendambakan sekolahnya bisa tersentuh program bantuan Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat.
“Harapannya selain sekolahnya diperbaiki, takut gitu. Pengen dapat MBG,” ujar Nadin.
Hal senada juga disampaikan oleh Delfia, salah satu guru di SDN 124 Muaro Jambi. Ia menuturkan, bahwa para tenaga pengajar merindukan fasilitas sekolah yang aman serta penyaluran program MBG untuk anak didik mereka.
“Perasaan kami itu was-was dalam jam pelajaran, apalagi datang angin, takutnya nanti ada yang jatuh dari atas (kayu bagian plafon,red), takutnya anak-anak tertimpa. Harapannya kelasnya dapat segera diperbaiki,”ungkap Delfia..
Menurutnya, kondisi kerusakan ini sudah berlangsung bertahun-tahun. Meski usulan perbaikan kerap diajukan, sekolah ini seolah luput dari perhatian pemerintah daerah.
“Kerusakan terparah terjadi pada bangunan kelas 5,”terang Delfia.

Sekolah yang memiliki 75 siswa dan 7 orang guru ini juga mengalami keterbatasan fasilitas penunjang yang fatal.
SDN 124 Muaro Jambi hingga kini belum memiliki ruang guru secara khusus. Akibatnya, ruang perpustakaan yang juga dalam kondisi rusak terpaksa dialihfungsikan menjadi kantor kepala sekolah dan ruang guru.
Tak hanya itu, fasilitas Ruang Kesehatan Sekolah (UKS) juga tidak dapat digunakan sama sekali karena mengalami kerusakan.
Masalah sekolah ini tak berhenti pada fisik bangunan. SDN 124 Muaro Jambi saat ini masih mengalami krisis tenaga pendidik, yaitu kekurangan 2 guru kelas dan 1 guru olahraga.
Di momen peringatan HUT RI ke-81 tahun 2026 ini, besar harapan para siswa dan guru SDN 124 Muaro Jambi agar pemerintah segera turun tangan.
Mereka ingin merasakan arti kemerdekaan yang sesungguhnya, belajar dengan tenang di bawah naungan fasilitas pendidikan yang aman dan layak. (eco)
