Bantu Perputaran Ekonomi Warga, Ade Erlanda dan Nur Apriyanti Berdayakan Peternak Lokal dengan Borong Hewan Kurban

(foto:ist)
(foto:ist)

SELOKO.ID, Kota Jambi – Menjelang Hari Raya Idul Adha, geliat ekonomi di sektor peternakan mulai menunjukkan tren positif. Menyadari pentingnya menjaga stabilitas ekonomi masyarakat akar rumput, pasangan Ade Erlanda dan Nur Apriyanti melakukan aksi nyata dengan memborong hewan kurban langsung dari para peternak lokal.

Langkah ini diambil bukan sekadar untuk memenuhi kewajiban ibadah, melainkan sebagai bentuk komitmen dalam memberdayakan pelaku usaha kecil di daerah. Dengan memutus rantai distribusi yang panjang, aksi “borong” ini memastikan keuntungan mengalir langsung kepada para perawat ternak.

Ade Erlanda mengungkapkan bahwa inisiatif ini didasari oleh keinginan untuk melihat peternak lokal lebih berdaya. Menurutnya, peternak seringkali menghadapi kendala dalam pemasaran meski kualitas hewan yang dihasilkan sangat baik.

“Kami ingin memastikan bahwa momentum Idul Adha ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para peternak kita. Dengan membeli langsung dari mereka, kita membantu menjaga perputaran ekonomi warga agar tetap stabil dan berkelanjutan,” ujar Ade.

Senada dengan hal tersebut, Nur Apriyanti menambahkan bahwa kualitas hewan kurban dari peternak lokal tidak kalah bersaing dengan distributor besar. Justru, dengan membeli langsung, kondisi kesehatan dan pakan hewan lebih terjamin karena dipantau secara personal oleh peternaknya.

Aksi yang dilakukan pasangan ini mendapat sambutan hangat dari warga. Salah satu peternak yang hewannya diborong mengaku sangat terbantu. Pasalnya, kepastian penjualan di awal waktu membantu mereka mengelola arus kas untuk kebutuhan pakan dan perawatan ternak lainnya.

Melalui langkah ini, Ade dan Nur berharap dapat menginspirasi tokoh masyarakat lainnya untuk melakukan hal serupa. Fokus utama bukan hanya pada kuantitas hewan yang dikurbankan, tetapi pada siapa manfaat ekonomi tersebut diberikan.

“Idul Adha adalah tentang pengorbanan dan kepedulian. Jika kita bisa beribadah sekaligus membantu tetangga atau warga kita sendiri untuk bangkit secara ekonomi, tentu nilai keberkahannya akan jauh lebih terasa,” tutup Nur Apriyanti.

Nantinya, hewan kurban yang telah diborong tersebut akan didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan, sehingga manfaatnya terasa ganda. Memberdayakan peternak di hulu, dan membahagiakan penerima manfaat di hilir.