Dukung Asta Cita Presiden, Imigrasi Jambi Manfaatkan Lahan 7 Ribu Meter Jadi Kebun Melon dan Cabai Geprek

(foto:ist)
(foto:ist)

SELOKO.ID, Muaro Jambi- Komitmen luar biasa dalam mendukung program prioritas nasional ditunjukkan oleh jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jambi.

Di bawah komando Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil), Petrus Teguh Aprianto, institusi yang biasanya identik dengan pelayanan paspor dan pengawasan orang asing ini, kini terjun langsung ke lahan untuk mewujudkan kedaulatan pangan.

Langkah konkret ini dibuktikan dengan aksi penanaman benih Melon Merlin dan cabai rawit ori atau cabai geprek di lahan seluas 7.000 meter persegi, yang berada di wilayah Kabupaten Muaro Jambi.

Kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama yang apik antara Kantor Imigrasi Kelas II TPI Kuala Tungkal dengan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi.

Kepala Kantor Wilayah, Petrus Teguh Aprianto.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jambi, Petrus Teguh Aprianto.

Penanaman benih melon dan cabai ini merupakan wujud nyata dari dedikasi tinggi Imigrasi Jambi dalam menjawab tantangan ekonomi global dan instruksi Presiden Prabowo Subianto.

Sosok Petrus Teguh Aprianto mencuri perhatian saat ia tak ragu mengenakan caping petani dan turun langsung ke lahan.

Kepemimpinannya yang humble namun visioner terlihat dari caranya mengintegrasikan teknologi pertanian modern ke dalam program ini.

“Ini adalah bentuk partisipasi dan keikutsertaan kami dalam melaksanakan cita-cita serta arahan dari Bapak Presiden Prabowo dan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Kami ingin menunjukkan bahwa negara hadir dan peduli,” kata Petrus Teguh dengan penuh semangat di sela-sela kegiatan penanaman.

Tak tanggung-tanggung, Petrus menginstruksikan penggunaan sistem vertigasi atau irigasi tetes modern.

Inovasi ini memastikan setiap benih, sebanyak 2.500 benih melon dan 3.600 batang cabai, mendapatkan asupan nutrisi dan air secara presisi, menjamin efisiensi dan hasil panen yang maksimal.

Keberhasilan proyek ini juga tidak lepas dari kelihaian Petrus dalam membangun kolaborasi.

Sinergi apik antara Imigrasi Jambi dengan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi memungkinkan pemanfaatan lahan tidur menjadi lahan produktif yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Yang paling mengagumkan, Imigrasi Jambi telah menetapkan misi sosial yang sangat mulia. Hasil panen nantinya tidak hanya akan dikelola secara profesional melalui koperasi, namun sebagian besar akan disumbangkan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.

Sisanya akan dijual ke pasar dengan harga yang sangat terjangkau (minim) untuk membantu menekan laju inflasi daerah.

Langkah Imigrasi Jambi ini layak disebut sebagai pilot project yang sangat inspiratif. Dengan memilih komoditas yang sesuai dengan kultur tanah dan kebutuhan pasar lokal seperti melon dan cabai, Petrus memastikan adanya keberlanjutan ekonomi (sustainability).

“Hasilnya nanti akan kita belikan benih kembali, kita tanam lagi, sehingga ada keberlanjutan,” jelasnya.

Apresiasi patut diberikan kepada seluruh jajaran Imigrasi Jambi, para Kabid, Kabag hingga KUPT, yang telah bertransformasi menjadi pejuang pangan.

Melalui semangat Imigrasi Prima, Indonesia Tangguh, mereka membuktikan bahwa pengabdian kepada negara tidak terbatas pada meja kantor, melainkan bisa tumbuh subur dari balik lahan yang mereka garap.

Ini adalah bukti nyata bahwa di bawah kepemimpinan Petrus Teguh Aprianto, Imigrasi Jambi tidak hanya unggul dalam pelayanan birokrasi, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan. (Eko)