HUT ke-67 Pemuda Pancasila, Ketua MPC Muaro Jambi Aidi Hatta Tegaskan Kader Wajib Satu Komando dan Jaga Soliditas

(foto:ist)
(foto:ist)

SELOKO.ID, Muaro Jambi- Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Muaro Jambi menggelar perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Pemuda Pancasila.

Kegiatan ini berlangsung meriah dengan dihadiri 7 Pimpinan Anak Cabang (PAC) dari sejumlah kecamatan, serta puluhan anggota dan pengurus MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Muaro Jambi.

Dalam momentum tersebut, Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Muaro Jambi, Aidi Hatta, yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Muaro Jambi menyampaikan pesan tegas kepada seluruh kader, agar tetap menjaga soliditas dan kekompakan organisasi.

Dengan nada berapi-api, Aidi Hatta menegaskan, bahwa seluruh kader Pemuda Pancasila harus berada dalam satu komando dan saling menguatkan demi membesarkan organisasi.

“Kita harus satu komando dan harus kompak. Kita harus saling menguatkan. Pemuda Pancasila ini harus kuat, khususnya di Kabupaten Muaro Jambi, di mana pun kita berada,” kata Ketua Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Muaro Jambi, Aidi Hatta.

Ia mengingatkan, Pemuda Pancasila merupakan organisasi yang di dalamnya terdapat beragam latar belakang, baik warna politik, suku, ras, maupun kondisi sosial ekonomi. Namun, seluruh perbedaan tersebut tidak boleh menjadi penghalang untuk menjaga persatuan.

Menurutnya, meskipun setiap kader memiliki pilihan dan warna politik yang berbeda, ketika sudah berada dalam wadah Pemuda Pancasila, seluruhnya harus mengedepankan kepentingan organisasi.

“Kita menyadari organisasi ini warna-warni. Ada merah, hijau, biru, semuanya ada. Dari sisi politik juga begitu. Tetapi ketika sudah masuk dalam wadah organisasi, kita tetap satu komando. Kita tidak memandang ras, suku, kasta, maupun kondisi ekonomi. Semuanya sama,” ujarnya.

Aidi juga mengingatkan agar tidak ada kader yang merasa lebih tinggi atau mengabaikan struktur organisasi. Seluruh anggota diminta menghormati mekanisme dan menjalankan setiap arahan sesuai garis komando.

Tak hanya menekankan kekompakan, Aidi Hatta juga memberikan instruksi kepada seluruh PAC agar segera memiliki kantor sekretariat masing-masing.

Menurutnya, keberadaan kantor PAC sangat penting sebagai pusat koordinasi, tempat konsolidasi, sekaligus wadah mempererat tali silaturahmi antar kader.

Ia juga meminta setiap PAC memiliki minimal dua bendera Pemuda Pancasila sebagai identitas dan simbol keberadaan organisasi di wilayah masing-masing.

“Kantor PAC harus segera ada. Kalau kita ingin menjalankan program dan konsolidasi, tempatnya sudah jelas. Silaturahmi juga terus terjalin,” jelasnya.

Aidi menjelaskan, keberadaan kantor dan bendera organisasi bukan sekadar simbol, melainkan juga menjadi penanda bahwa Pemuda Pancasila hadir dan memiliki keluarga besar di setiap wilayah.

Dengan begitu, apabila ada kader dari kecamatan lain atau bahkan kabupaten lain melintas di suatu desa, mereka dapat mengenali keberadaan rekan seperjuangan dan menjalin silaturahmi.

“Kenapa ini harus kita lakukan? Supaya saudara kita dari luar atau dari kecamatan maupun kabupaten lain, ketika melewati suatu desa tahu bahwa di sini ada rumah saudara saya. Jadi mereka bisa mampir dan bersilaturahmi,” ungkapnya.

Terkait pemasangan bendera organisasi, Aidi juga menyampaikan, bahwa tidak seharusnya ada larangan selama pemasangannya dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dalam rangkaian kegiatan HUT ke-67 ini, MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Muaro Jambi juga melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) bersama BPJS Ketenagakerjaan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi program BPJS Ketenagakerjaan kepada jajaran pengurus dan anggota Pemuda Pancasila Kabupaten Muaro Jambi.

Kerja sama ini menjadi salah satu langkah untuk memberikan pemahaman kepada kader, mengenai pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Melalui momentum HUT ke-67 ini, MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Muaro Jambi diharapkan semakin solid, memperkuat konsolidasi hingga tingkat kecamatan, serta membangun organisasi yang tidak hanya kuat secara struktur, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi para anggotanya. (eco)