SELOKO.ID, Tanjung Jabung Timur- Di awal tahun seringkali menjadi momentum seremonial bagi banyak pejabat publik.
Namun, bagi Yudi Hariyanto EY, anggota DPRD Provinsi Jambi dari daerah pemilihan Tanjung Jabung Barat – Tanjung Jabung Timur, momentum 1 Januari 2026 merupakan titik penting untuk menagih komitmen perubahan di Bumi Sepucuk Nipah Serumpun Nibung.
Melalui unggahan di media sosial pribadinya, politisi senior ini memberikan catatan khusus kepada Bupati dan Wakil Bupati Tanjung Jabung Timur, Dillah Hikmah Sari dan Muslimin Tanja.
Yudi mengibaratkan tahun 2026 sebagai halaman pertama dari buku setebal 365 halaman, yang harus diisi dengan kerja nyata.
Yudi menekankan bahwa perjalanan kepemimpinan yang dimulai sejak 20 Februari hingga akhir Desember 2025 lalu, seharusnya menjadi bahan evaluasi yang mendalam.
Politisi Nasdem tersebut mendesak pasangan Bupati dan Wakil Bupati Tanjung Jabung Timur untuk tidak mengabaikan dinamika dan lika-liku yang terjadi di awal masa jabatan.
“Semoga kalian bersama-sama berani introspeksi, berani membuat keputusan yang tepat dan terbaik untuk Tanjabtim,” tulis Yudi dalam unggahannya.
Poin utama yang disampaikan Yudi adalah urgensi Reformasi Birokrasi. Baginya, inovasi di level pemerintahan bukan sekadar jargon, melainkan kebutuhan mendesak untuk menciptakan tata kelola yang lebih bersih.
Ia menuntut adanya keberanian dari eksekutif untuk merombak pola-pola lama yang menghambat kemajuan daerah.
Yang menarik, Yudi juga memberikan pesan tajam yang diarahkan ke internal partainya sendiri. Sebagai kader getol menyuarakan semangat restorasi di lembaga legislatif, ia meminta Fraksi NasDem DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Timur untuk tetap kritis.
Yudi Hariyanto mengingatkan bahwa tugas partai pengusung bukan hanya menjaga wibawa pemimpin, namun juga memastikan kebijakan tetap berada di rel yang benar melalui kritik yang membangun.
“Menjaga pemimpin yang kita usung tidak dengan diam terbungkam, sehingga menghilangkan suara-suara konstruktif serta semangat restorasi,” ungkapnya.
Pesan ini seolah menjadi peringatan agar koalisi pendukung pemerintah tidak terjebak dalam pragmatisme politik, yang membungkam daya kritis legislatif.
Mengakhiri pesannya, Yudi Hariyanto mengajak seluruh elemen politik di Kabupaten Tanjung Jabung Timur untuk mengedepankan perbaikan hati dan niat demi kepentingan daerah.
Ia mewanti-wanti agar tidak ada pihak yang mencoba memprovokasi atau memperlebar jarak antara pemimpin dengan rakyatnya.
Bagi Yudi, tahun 2026 harus menjadi ajang pembuktian bagi pemimpin ‘merata’ untuk benar-benar menghadirkan perubahan yang lebih baik. (Eko)
