Polres Sarolangun Klaim Kriminalitas Terkendali

(foto:ist)
(foto:ist)

SELOKO.ID, Sarolangun- Kepolisian Resor Sarolangun memaparkan rapor kinerja mereka sepanjang tahun 2025 dalam refleksi akhir tahun yang digelar di Mapolres Sarolangun, Selasa 30 Desember 2025.

Polres Sarolangun menyatakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat atau kamtibmas di wilayah hukumnya tetap kondusif meski diwarnai sejumlah kasus menonjol.

​Wakapolres Sarolangun, Kompol Aswindo Indriadi mewakili Kapolres AKBP Wendi Oktariansyah menyampaikan, bahwa sepanjang 2025, pihaknya fokus pada tiga pilar utama, yakni stabilitas kamtibmas, penegakan hukum yang profesional, dan transformasi pelayanan publik.

​Dalam paparannya, Kompol Aswindo menyoroti keberhasilan jajaran Satuan Reserse Kriminal dan Satuan Reserse Narkoba dalam menekan angka kejahatan.

Beberapa poin penting yang dicatat antara lain, pengungkapan jaringan pengedar narkoba dengan penyitaan barang bukti yang signifikan dibanding periode sebelumnya.

Kemudian penanganan tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), serta penganiayaan yang diklaim mengalami peningkatan persentase penyelesaian perkara.

​Selanjutnya penanganan kasus kejahatan terhadap perempuan dan anak (PPA) yang menjadi prioritas melalui pendekatan penyidikan yang sensitif gender dan perlindungan korban.

​”Kami berkomitmen menjaga stabilitas dengan mengedepankan langkah preemtif dan preventif. Namun, untuk tindakan yang meresahkan masyarakat, penegakan hukum dilakukan secara tegas dan humanis,” kata Wakapolres Sarolangun, Kompol Aswindo dilansir dari Haloindonesianews.com.

​Ia menjelaskan, ​di sektor kelancaran berlalu lintas, Satlantas Polres Sarolangun mencatat adanya dinamika pada angka kecelakaan.

Sebagai langkah mitigasi, kepolisian mengklaim telah meningkatkan intensitas edukasi di samping penindakan pelanggaran kasat mata yang berpotensi memicu kecelakaan fatal.

​Selain penegakan hukum, Polres Sarolangun memamerkan capaian di sektor pelayanan publik.

Modernisasi layanan Surat Izin Mengemudi (SIM), SKCK, dan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) diklaim menjadi lebih transparan untuk menghapus praktik pungutan liar.

​”Kepercayaan masyarakat adalah modal utama. Kami menyadari masih ada kekurangan, namun kami berkomitmen memberikan pelayanan yang cepat dan transparan,” ungkap Aswindo.

​Mengakhiri pemaparannya, Wakapolres menyampaikan apresiasi atas sinergi antara TNI, Pemerintah Kabupaten Sarolangun dan tokoh masyarakat.

Ia menegaskan bahwa tantangan di tahun 2026 akan semakin kompleks, terutama dalam menjaga keterpaduan sosial di tengah masyarakat.

​”Kami memohon dukungan seluruh elemen masyarakat agar Sarolangun tetap aman dan damai. Profesionalisme personel akan terus kami genjot di tahun mendatang,” tandasnya.