Tiang Fender Jembatan Muara Sabak Ditabrak Tongkang Batu Bara, Ketua DPRD dan Kadis PUPR Tanjabtim Pastikan Perusahaan Bertanggung Jawab

(foto:ist)
(foto:ist)

SELOKO.ID, Tanjung Jabung Timur- Jajaran DPRD bersama Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi meninjau langsung kondisi Jembatan Muara Sabak yang mengalami kerusakan akibat ditabrak tongkang batu bara.

Peninjauan yang dilakukan pada Senin 15 Juni 2026 ini bertujuan untuk memastikan tingkat kerusakan aset daerah tersebut, serta langkah kedepan terkait perbaikan.

Ketua DPRD Kabupaten Tanjabtim, Hj. Zilawati, S.H., didampingi Wakil Ketua dan Anggota DPRD turun ke lokasi bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tanjabtim, H. Dedy Novrianika, S.T., M.M., dan Sekretaris Dinas Perhubungan Tanjabtim, Rizaldi, S.E.

Rombongan bertolak menggunakan kapal milik Dinas Perhubungan Tanjabtim untuk mengecek langsung area bawah jembatan yang terdampak.

Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, kerusakan struktural terlihat jelas pada bagian tiang fender atau besi pengaman jembatan.

Sebagian tiang pengaman tersebut bahkan telah rusak, hilang dan tenggelam ke dasar Sungai Batanghari setelah dihantam oleh tongkang bermuatan batu bara.

Peristiwa kecelakaan air ini terjadi pada Sabtu 23 Mei 2026. Kejadian bermula saat Kapal Tugboat MBP 2022 yang menarik tongkang BG United Jaya 3062 bermuatan batu bara berlayar dari Jambi menuju Merak, Provinsi Banten.

Saat melintasi Sungai Batanghari di wilayah Kabupaten Tanjabtim, tepat di bawah Jembatan Muara Sabak, mesin induk tugboat diduga mendadak mengalami gangguan teknis.

Akibat gangguan tersebut, tongkang diduga sulit dikendalikan di tengah kondisi arus yang kuat, hingga akhirnya menabrak tiang fender Jembatan Muara Sabak.

Ketua DPRD Kabupaten Tanjabtim, Hj. Zilawati, S.H.
Ketua DPRD Kabupaten Tanjabtim, Hj. Zilawati, S.H.

Ketua DPRD Kabupaten Tanjabtim, Hj. Zilawati, S.H., menegaskan, bahwa berdasarkan pengamatan visual, benturan keras tersebut merusak tiang pengaman, sementara struktur utama jembatan dinilai masih dalam kondisi aman. Ia juga memastikan pihak perusahaan pemilik kapal bersikap kooperatif.

“Yang tertabrak itu tiang fender, tapi kalau untuk tiang utama itu masih aman, insyaallah aman. Dan saya lihat juga yang punya kapal itu bertanggungjawab,” kata Zilawati saat meninjau Jembatan Muara Sabak, Senin 15 Juni 2026.

Mengenai total kerugian materil yang dialami Pemkab Tanjabtim akibat rusaknya aset daerah ini, Zilawati menjelaskan, bahwa sejauh ini otoritas terkait belum melakukan kalkulasi secara rinci.

“Kalau kerugian belum dihitung. Pemilik kapal siap bertanggungjawab, saat ini masih menunggu hasil dari Kementerian PU,”jelas Politisi PAN yang dikenal ramah, tegas dan bersahaja itu.

Kadis PUPR Kabupaten Tanjabtim, H. Dedy Novrianika, S.T., M.M.
Kadis PUPR Kabupaten Tanjabtim,
H. Dedy Novrianika, S.T., M.M.

Pemerintah daerah bergerak cepat mengantisipasi dampak jangka panjang dari hilangnya tiang pengaman Jembatan Muara Sabak ini.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tanjabtim, H. Dedy Novrianika, S.T., M.M., mengungkapkan kekhawatirannya jika jembatan dibiarkan tanpa pelindung dalam waktu lama.

Jika terjadi insiden serupa di masa mendatang, tiang utama jembatan bisa langsung terancam.

“Intinya dari penabrak, kapal, mereka bertanggungjawab terhadap pembangunan kembali untuk fender yang hilang atau yang sudah ditabrak,” jelas Dedy Novrianika.

Dedy menerangkan, kapal penabrak ini berasal dari Jambi dan berkantor di Jakarta, serta memiliki kantor cabang di Jambi untuk operasional angkutan tambang batu bara. Komitmen ganti rugi pun sudah berkekuatan hukum formal.

“Pihak kapal bersedia (melakukan perbaikan,red) dan sudah di notariskan, kita menunggu desain teknisnya bagaimana dari kementerian nanti,” terangnya.

Untuk memastikan kekuatan struktur jembatan pasca ditabrak, Dinas PUPR Tanjabtim telah melayangkan surat resmi kepada Balai Jembatan khusus di Kementerian PU.

Pemerintah daerah kini dalam posisi menunggu kehadiran tim ahli pusat untuk melakukan pengujian teknis menyeluruh.

“Kita juga masih menunggu dari pihak Kementerian. Nanti mereka akan menguji itu, menguji apakah ada pengaruh walaupun ini secara visual ada fender yang rusak atau yang hilang, apakah ada pengaruh terhadap tiang utama, itu nanti kita tunggu pengujian dari balai jembatan,” tandas Kadis PUPR Tanjabtim. (Eko)