SELOKO.ID, Jambi- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas gizi generasi muda Indonesia mendapat sorotan tajam dari tokoh masyarakat Jambi, yang juga Ketua Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL Lemhannas) RI Provinsi Jambi, Usman Ermulan.
Mantan Bupati Tanjung Jabung Barat dua periode ini menilai, implementasi program tersebut di lapangan telah menyimpang jauh dari konsep awal.
Dalam pandangan Usman, praktek yang terjadi di lapangan saat ini sudah tidak sejalan dengan tujuan mulia program tersebut. Ia secara tegas menyoroti adanya dugaan penyimpangan yang terstruktur dalam pelaksanaan distribusi program ini.
”Konsep awal program ini adalah untuk memberikan gizi kepada generasi muda kita. Namun, dalam prakteknya, ini sudah menyalahi tujuan dan konsep awal,” ujar Usman Ermulan yang juga Mantan Anggota DPR RI tiga periode itu, Sabtu 20 Juni 2026.
Kritik pedas Usman bukan tanpa dasar. Ia menyinggung soal ditangkapnya 3 pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) oleh Kejaksaan Agung atas kasus dugaan korupsi. Hal ini sebagai bukti nyata adanya masalah serius dalam tata kelola program.
Ia mendesak aparat penegak hukum, mulai dari Kejaksaan Agung hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan pengusutan tuntas.
Tidak hanya di tingkat pusat, Usman menekankan pentingnya pengawasan hingga ke level daerah. Ia menduga praktik penyimpangan ini kemungkinan besar juga terjadi di daerah-daerah, termasuk di Provinsi Jambi.
“Jadi, kalau masyarakat punya info, laporkan kepada KPK, kepada Kejaksaan Agung, siapa. Mungkin di daerah ini ada yang terlibat, laporkan! Enggak apa-apa, kita mau memperbaiki bangsa ini. Jangan dibiarkan begini saja, ya enggak? Tolong laporkan!,”tegas Usman.
Sebagai sosok yang berpengalaman di dunia pemerintahan dan keuangan, Usman mengajak seluruh elemen masyarakat serta lembaga swadaya masyarakat (LSM) untuk tidak tinggal diam.
“Mana LSM-LSM, laporkan kalau tahu. Iya, enggak? Kalau ada bahan, laporkan ke pemerintah pusat, supaya oknum-oknum yang mencari kesempatan itu dapat mempertanggungjawabkan tindakannya, itu saja,”tandasnya.
Ia menekankan bahwa perbaikan bangsa tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, melainkan membutuhkan peran aktif masyarakat dalam mengawal program-program strategis, agar tidak diselewengkan oleh oknum yang mencari keuntungan pribadi.
Usman Ermulan berharap ketegasan dalam pengawasan dan penindakan ini dapat menyelamatkan program yang seharusnya bermanfaat bagi masa depan bangsa, sehingga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para siswa sebagai generasi penerus, bukan justru menjadi lahan praktik koruptif bagi pihak-pihak tertentu. (Eko)
