SELOKO.ID, Jambi- Suasana hangat penuh kekeluargaan menyelimuti kawasan Markas Kepolisian Daerah Jambi pada Jum’at sore, 27 Februari 2026.
Ratusan warga dan pengendara tampak antusias mengantre dengan tertib.
Bukan tanpa alasan, sore itu Bidpropam Polda Jambi menggelar aksi sosial berskala besar.

Tak main-main, kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakapolda Jambi, Brigjen Pol. Benny Ali, S.H., S.I.K., didampingi sosok di balik inisiasi aksi ini, Kabid Propam Polda Jambi, Kombes Pol. Darno, S.H., S.I.K.

Ada pemandangan menarik dalam pembagian takjil dan sembako kali ini. Pihak Kepolisian tidak bergerak sendirian.

Tampak perwakilan dari Forum Lintas Agama Provinsi Jambi, mulai dari komunitas Muslim, Tionghoa, Hindu, Kristen hingga Buddha bahu-membahu membagikan paket kepada masyarakat.

Inisiasi cerdas dari Kombes Pol. Darno ini menuai pujian, karena berhasil menyatukan berbagai elemen masyarakat dalam satu bingkai kemanusiaan.
“Kegiatan ini dilaksanakan adalah bentuk kepedulian kita kepada sesama rekan-rekan kita yang saat ini sedang berpuasa,” kata Wakapolda Jambi, Brigjen Pol. Benny Ali.
Meskipun diserbu ratusan warga yang ingin mendapatkan berkah Ramadan, kegiatan berlangsung sangat teratur.
Warga yang terdiri dari ibu-ibu, bapak-bapak, orang tua hingga pengemudi ojek online tampak tersenyum sumringah saat menerima paket takjil dan sembako dari tangan para pejabat utama dan anggota Polda Jambi.
Apresiasi layak diberikan kepada Bidpropam Polda Jambi yang tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan internal, tetapi juga mampu menunjukkan wajah Polri yang humanis dan dekat dengan masyarakat melalui aksi sosial lintas agama ini.

Brigjen Pol. Benny Ali menegaskan, bahwa kehadiran rekan-rekan dari berbagai agama dalam acara ini menunjukkan bahwa masyarakat Jambi adalah masyarakat yang sangat toleran, dan memiliki tenggang rasa yang tinggi.
“Mudah-mudahan partisipasi dari rekan-rekan kita lintas agama ini dapat memberi manfaat kepada saudara-saudara kita yang saat ini sedang melaksanakan ibadah puasa,” pungkasnya.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa di bulan suci Ramadan, perbedaan keyakinan bukan menjadi penghalang untuk saling berbagi, melainkan menjadi jembatan untuk mempererat persaudaraan di Bumi Pucuk Jambi Sembilan Lurah. (Eko)
